Festival Banyuwangi Kuliner, Chef Vania Promosikan Pecel Rawon

Editor: Redaksi / Reporter: Sandhi Nurhartanto

Abdullah Azwar Anas membuka Festival Banyuwangi Kuliner

jatimnow.com – Sebanyak 152 tim ikuti Festival Banyuwangi Kuliner, Selasa (23/4/2019). Mengangkat kuliner lokal Pecel Rawon, acara ini dimeriahkan koki selebriti Vania Wibisono.

Digelar di area Taman Blambangan, peserta berkreasi memasak pecel rawon kuliner khas Banyuwangi yang memadukan nasi pecel dengan kuah rawon dan potongan daging.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan kuliner merupakan salah satu daya pikat pariwisata. Festival ini digelar sebagai komitmen daerah untuk mengangkat kuliner lokal menjadi lebih berdaya saing dan menjadi tuan rumah di tengah perkembangan pariwisata daerah.

"Food and fashion menjadi dua daya pikat utama pengembangan pariwisata. Makanya kita konsisten menggelar event ini untuk terus mengenalkan ragam makanan lokal kepada khalayak luas. Harapannya, kekayaan kuliner lokal mampu memikat wisatawan datang ke mari," kata Anas saat membuka festival.

Festival Banyuwangi Kuliner tahun ini memasuki tahun kelima pelaksanaan. Sebelumnya, beragam makanan khas Banyuwangi telah diangkat dan dipromosikan seperti nasi tempong, rujak soto, pecel pithik, dan ayam kesrut.

Di Banyuwangi, kini banyak rakyat membuka usaha kuliner makanan khas lokal dan menjadi jujugan wisatawan.

"Festival ini juga bentuk keberpihakan total kami pada kuliner lokal. Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku usaha kuliner lokal untuk mengambil kesempatan dalam perkembangan pariwisata daerah daripada memberikan peluang ini pada franchise makanan dari luar," ujarnya.

Pesta kuliner tersebut juga diwarnai demo masak Pecel rawon dari chef Vania Wibisono. Ditemani istri Bupati Banyuwangi, Dani Azwar Anas, Vania berbagi ilmu memasak Pecel Rawon yang sehat.

Vania mengaku sangat mengapresiasi kekayaan kuliner lokal Banyuwangi yang kebanyakan merupakan masakan yang menggabungkan dua makanan.

"Sekarang ini, makanan fusion kan lagi hits dimana-mana, dan ternyata kuliner Banyuwangi sudah lebih dulu ada. Ini sangat pas untuk dipromosikan untuk mendukung pariwisata Banyuwangi yang tengah berkembang. Pastinya, pecinta makanan fusion akan tertarik datang ke mari," kata Vania lulusan Culinary Art Institute Santa Monica, Amerika Serikat.

Festival yang diikuti 152 tim peserta sebagian adalah pelaku usaha kuliner dan industri perhotelan. Semua peserta berlomba menampilkan kreasi pecel rawon tidak hanya rasa yang enak namun juga tampilan yang menarik.

Salah satu peserta, Ibu Handayani (50) pengelola rumah makan Mak Isun mengaku sangat antusias mengikuti lomba kuliner ini.

"Warung saya berdiri sudah 1,5 tahun lalu. Saya ingin ikut lomba karena ingin sharing sekaligus ingin tahu seberapa cita rasa pecel rawon peserta lainnya," kata Handayani.

Lain halnya dengan Chef Harko Iskandar, dari Hotel Aston yang menyuguhkan pecel rawon yang dipresentasikan ala menu western. Oleh Harko, Pecel Rawon juga disajikan fusion menjadi beberapa makanan lain seperti sushi rawon ala Jepang, roti croisant rawon yang merupakan dessert ala Prancis.

"Kita memang ingin menunjukkan ke khalayak, bahwa kuliner lokal ini bisa disajikan dengan tatanan ala Western, tanpa mengurangi cita rasa lokalnya," kata dia.

Di lokasi yang sama, juga digelar bebarengan dengan Banyuwangi Art Week yang berlangsung lima hari (23-27 April). Event ini menampilkan aneka produk unggulan UMKM lokal, seperti batik dan aneka kerajinan tangan.

 

 


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter