Permohonan PKPU Koperasi Arta Srikandi Banyuwangi Dinilai Prematur

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Hafiluddin Ahmad

Sidang Pengadilan Niaga KSU Arta Srikandi Banyuwangi di PN Surabaya, Selasa (23/4/2019)

jatimnow.com - Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Koperasi Serba Usaha (KSU) Arta Srikandi dalam Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dinilai prematur.

Pernyataan itu disampaikan oleh mantan Manajer KSU Arta Srikandi, Rindra Noviamanto. Di KSU yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi tersebut, Rindra sudah tidak aktif sebagai manager sejak 27 November 2018 lalu.

Rindra juga menyesalkan terjadinya PKPU pada Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (23/4/2019) lalu itu. Sebab menurutnya, di Kabupaten Banyuwangi sendiri banyak anggota yang belum mengetahui tentang PKPU. Sehingga dikhawatirkan nantinya para anggota koperasi terancam menjadi korban.

"Prematur. Karena akan banyak sekali yang menjadi korban. Karena banyak anggota yang ada di Banyuwangi ini tidak paham apa yang dinamakan PKPU," kata Rindra di Banyuwangi, Rabu (24/4/2019).

Dalam PKPU pada sidang tersebut, terdapat beberapa anggota atau nasabah KSU Arta Srikandi yang kecewa lantaran tidak dapat mencairkan uang simpanan mereka.

Rindra pun berharap, jangan sampai persidangan PKPU dalam Pengadilan Niaga di PN Surabaya tersebut menghasilkan KSU Arta Srikandi dinyatakan pailit. Sebab jika demikian, nama baik anggota dan pengurus terancam reputasinya menjadi buruk.

"Kalau sampai PKPU gagal dan masuk ke ranah kepailitan, maka akan merusak reputasi kita semua. Dan akhirnya banyak gejolak di masyarakat Banyuwangi karena uangnya nggak bisa kembali," paparnya.

Menurut Rindra, sidang permohonan PKPU pada Pengadilan Niaga di PN Surabaya tidak perlu dilanjutkan. Alasannya, kata dia, sebelum PKPU ditempuh, terdapat mekanisme yang harus dilakukan, yaitu dengan mengaudit keuangan koperasi. Sehingga akan diketahui aliran dana yang dikelola koperasi selama ini.

"Kami inginnya dilakukan proses audit keuangan di koperasi kami, sehingga gamblang ke mana mengalirnya keuangan koperasi selama ini," sebut Rindra.

Untuk diketahui, permohonan PKPU itu dimohonkan oleh Bambang Alim dan Anita Widjaya selaku konsumen KSU Arta Srikandi yang menuntut penyelesaian utang dikisaran Rp 1 miliar.


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter