14 Tahun Geluti Budidaya Jamur, Pemuda ini Raup Keuntungan Menggiurkan

Editor: Erwin Yohanes / Reporter: CF Glorian

Muchamad Budi Santoso menunjukkan jamur hasil budidayanya.

jatimnow.com - Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) merupakan produk biologi yang cukup diminati masyarakat.
 
Jamur jenis ini, banyak dibudidayakan untuk di konsumsi dengan berbagai olahan mulai dari di bikin soup, hingga kentaki jamur.
 
Muchamad Budi Santoso (24) pemuda yang tinggal Jln. Sulawesi, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar ini, menekuni dunia jamur sejak empat belas tahun lalu.
 
Produk yang ditekuninya kini setidaknya menghasilkan puluhan juta rupiah dalam setiap bulannya. Cukup menggiurkan bukan.
 
Budi hendak mengirim media tanam jamur ke pelanggannya
 
"Awalnya saya belajar sama kakak saya yang dulu dapat ilmu pas dia kuliah. Saya dulu tertarik kemudian saya menyisihkan uang saku sekolah saya untuk beli log (media tumbuh jamur) 10 buah tiap Minggu. Baru dua bulan, saya sama kakak belajar usaha. Saya waktu itu 2006 masih SMP kelas VII," kata dia saat dikunjungi jatimnow.com, Sabtu (14/04/2018).
 
Rasa penasaran yang dimilikinya justru membawanya pada keberhasilan yang saat ini bisa ia nikmati bersama keluarga.
 
Pria yang sudah menikah pada tahun 2017 itu, kini lebih fokus terhadap pembuatan media pembibitan jamur.
 
Penjualan pembibitan dan budidaya jamur tiram milik Budi, sapaan akrabnya, sudah merambah ke sejumlah Kota di Jawa Timur.
 
Khusus pembibitan jamur tiram, ia melayani pesanan hingga ke Kalimantan dan Sumatera.
Budi mempersiapkan media tanam jamur
 
"Satu log 2.500 rupiah bisa dipakai empat bulan pertumbuhan jamur. Khusus untuk bibit ini saya sering mengirim ke Kalimantan dan Sumatera, karena log itu kan tahan lama, jadi sampai disana pembeli tinggal nunggu untuk langsung panen," terang dia.
 
Penjualan pembibitan maupun jamur yang sudah dipanen dilakukan melalui berbagai cara. Mulai dari ditawarkan dengan sistem getok tular, hingga pemasaran melalui media jejaring sosial.
 
Meski begitu, usaha budidaya jamur ini tidak berarti tanpa halangan. Dalam setahun, ada saja masa-masa sulit dimana jamur tidak laku dijual.
 
"Itu biasanya pas hari raya Idul Adha. Hampir seminggu, masyarakat makan daging kambing. Itu jamur nggak laku sama sekali. Caranya menyiasati ya seminggu sebelumnya kalau sudah kelihatan munculnya ya harus dicabuti. Atau kalau tidak ya dikasihkan tetangga sekalian sodakhoh," terangnya sambil tersenyum.
 
Reporter: CF Glorian
Editor: Erwin Yohanes
 

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter