Menteri Pertanian Ancam Black List Mafia Perusak Harga Ayam Pedaging

Editor: Arif Ardianto / Reporter: Moch Rois

Menteri Pertanian Amran Sulaiaman saat di Pasuruan

jatimnow.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiaman mengaku akan menindak tegas oknum atau perusahaan di balik anjloknya harga daging ayam.

Dalam kunjungannya di Pusat Penelitian Sapi Potong di Kabupaten Pasuruan, Amran mengaku telah menginstruksikan tim untuk melakukan investigasi.

"Menurut laporan ada broker yang bermain. Ada banyak Tim yang kami turunkan di sentra produksi ayam. Seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Lampung untuk mengecek," kata Mentri Amran.

Menurut Arman, Mafia dan Broker ini punya modus untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, atas adanya disparitas  harga antara harga ayam ditingkat peternak kecil dengan harga ayam di tangan konsumen yang terpaut 400%.

Laporan yang diterima Amran, rincian harga ayam potong di peternak kecil hanya berkisar Rp. 8.000, Rp. 10.000 dan bahkan sampai Rp. 6.000. Sedangkan harga di konsumen ayam tetap anatara Rp.30.000, Rp. 32.000, Rp. 35.000 bahkan ada yang sampai Rp. 40.000.

"Berarti, ada yang tidak benar ini mata rantai distribusinya (ayam pedaging), yang jelas kalau ingin mempermainkan petani, peternak kecil, pasti kami tindak tegas," ungakap Mentri Pertanian.

Diungkapkannya, tindakan tegas itu berupa pemberian sanksi pencabutan ijin dan black list bagi perorangan atau perusahaan yang terbukti mempermainkan harga ayam.

"Selama ini, ada 400 yang tersangka (terbukti menjadi mafia dan broker) dari yang kami proses 782 perusahaan. Dan kami beri sanksi bermacam-macam. Ada yang kami cabut ijinnya, ada yang kami black list," tambahnya.

Bagi Amran, ancaman ini bukan main-main. Ia membuktikan dari kasus penanganan bawang putih, yang saat itu harganya melambung hingga Rp. 80.000/Kg.

Dikatakan, jika ada 50 perusahaan importir bawang putih yang di black list. Dan Kementrian Pertanian pun  tidak memberi ruang lagi 50 perusahaan tersebut berbisnis di bidang pertanian selama-lamanya.

"Jangan coba-coba bikin perusahaan baru. Aku cek. Kalau dia (tetep) yang punya, ya ditutup lagi. Jangan mengambil ruang ekonomi masyarakat kecil. Kita mendukung pengusaha tapi jangan mempermainkan rakyat," tutupnya.


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter