Mahasiswa di Surabaya ini Ciptakan Yoghurt untuk Penderita Diabetes

Editor: Arif Ardianto / Reporter: Farizal Tito

Indrawaty Paramitha Halim menunjukkan produk Yoghurt Okra buatannya.

jatimnow.com - Mahasiswi Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan yoghurt dari buah okra yang ampuh untuk menurunkan kadar gula darah sekaligus melancarkan pencernaan.

Pencipta yoghurt, Indrawaty Paramitha Halim mengatakan, penyakit diabetes tidak hanya diderita oleh orang dewasa, namun dapat muncul pada usia anak-anak maupun remaja. Mengetahui kondisi ini, ia berkreasi mengolah Okra menjadi Yoghurt yang disarankan baik untuk dikonsumsi bagi semua kalangan usia khususnya penderita diabetes.

"Saya berkreasi membuat Yoghurt Okra 'Yokra' untuk memberikan manfaat keduanya, yaitu untuk kesehatan sistem pencernaan sekaligus menurunkan kadar gula dalam darah. Disamping itu, buah okra memiliki serat serta antioksidan yang tinggi," kata Indrawaty, Kamis (25/7/2019).

Mahasiswa berusia 21 tahun ini mengatakan, buah okra belum dikenal luas oleh masyarakat sehingga tidak banyak yang belum mengetahui manfaatnya bagi kesehatan tubuh. padahal di dalam buah okra terdapat serat sebesar 1,7% yang sangat baik untuk menurunkan gula darah bagi penderita diabetes yang bisa diolah menjadi minuman probiotik untuk kesehatan lambung dan mencegah kanker pada sistem saluran pencernaan.

"Gula pasir tebu saya ganti menggunakan coconut palm sugar yang memiliki kandungan glikemik jauh lebih rendah yaitu 35 yang termasuk dalam kategori rendah (>55) dari pada gula pasir tebu yaitu 64. Sehingga mendukung manfaat yoghurt sebagai produk yang dapat menurunkan kadar gula darah serta disarankan dikonsumsi bagi penderita diabetes," kata gadis asal Makassar ini.

Produk ini merupakan skripsi milik Indrawaty yang berjudul ‘Pembuatan Yoghurt Okra (Abelmoschus Esculentus) dengan Penambahan Gula Merah Kelapa’. Proses pengerjaan skripsi ini membutuhkan waktu selama tiga bulan mulai dari pengumpulan riset, proses produksi, hingga hasil uji organoleptik terhadap 25 orang terkait warna dan rasa produk.

"Proses pembuatan Yoghurt Okra memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat hari. Yoghurt Okra menggunakan dua kultur bakteri yaitu Lactobacillus Acidophilus dan Streptoccocus Thermophilus. Awalnya bakteri ditanam pada media pertumbuhan bakteri, kemudian diinkubasi selama 24 jam. Selanjutnya kultur cair bakteri dipindahkan ke media starter untuk diinkubasi kembali selama 24 jam," paparnya.

Disamping itu, hasil air rendaman buah Okra (maserasi) selama 24 jam dipanaskan untuk melarutkan coconut palm sugar. Langkah berikutnya adalah menurunkan suhu hingga 70 derajat celcius untuk melarutkan susu skimnya.

Setelah larut, suhu diturunkan lagi hingga 45 derajat celcius untuk memasukkan kultur starter (bakteri) lalu diinkubasi kembali selama 24 jam untuk menghasilkan Yoghurt Okra. Bakteri akan mati jika suhu terlalu tinggi dan tidak tumbuh secara optimal jika suhu terlalu rendah.

"Produk yoghurt okra dalam satu botol berisi 200 ml ini mampu bertahan selama satu minggu dalam lemari pendingin," katanya.

Dosen Pembimbing Tugas Akhir sekaligus Kepala Laboran Purifikasi dan Biologi Molekuler Ubaya, Ruth Chrisnasari berharap, mahasiswa lain juga mampu membuat inovasi yang berguna bagi masyarakat.

"Saya berharap banyak mahasiswa Fakultas Teknobiologi Ubaya bisa terus berkreasi memberikan solusi atau manfaat bagi kesehatan di masyarakat. Harapannya nanti, produk Yoghurt Okra milik Indrawaty bisa diproduksi skala massal dan dinikmati oleh masyarakat luas," katanya.


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter