Pixel Codejatimnow.com

Mayat Bayi Laki-laki Gegerkan Pengunjung Dermaga Siola Surabaya

Editor : Narendra Bakrie  Reporter : Farizal Tito
Petugas mengevakuasi mayat bayi
Petugas mengevakuasi mayat bayi

jatimnow.com - Pengunjung di sekitar Dermaga Siola dan warag Alun-alun Contong, Bubutan, Surabaya digegerkan dengan penemuan mayat bayi yang terbungkus tas plastik warna hitam, sekitar pukul 13.00 Wib, Selasa (17/9/2019).

Tas plastik warna hitam yang terbungkus kain merah itu membuat warga curiga lantaran mengeluarkan bau busuk. Sehingga oleh warga dilaporkan ke Polsek Bubutan yang langsung menuju lokasi.

"Kami mengira itu bukan bayi. Tapi pas sudah dipinggirkan dan dibuka, ternyata mayat bayi," kata salah satu saksi mata, Hotiyeh.

Menurut Hotiyeh, kain dan plastik berisi mayat bayi itu mengapung di sungai dan belum diketahui asal usulnya. Oleh warga, bungkusan berisi mayat bayi itu ditahan dengan kayu agar tidak hanyut dan terbawa arus.

Petugas membawa mayat bayi ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo SurabayaPetugas membawa mayat bayi ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo Surabaya

Sementara itu, Kapolsek Bubutan AKP Priyanto melalui Kanit Reskrim Ipda Purwanto menyebut, dari hasil identifikasi yang dilakukan Tim Inafis Polrestabes Surabaya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi.

Baca juga:
Pria Sumenep Ditemukan Tewas di Embung Sawah, Diduga Terjatuh karena Sakit

"Jenis kelaminnya laki-laki," jelas Purwanto.

Menurut Purwanto, mayat bayi itu sudah dalam proses pembusukan. Bagian wajah mayat juga sudah dikerubuti lalat lantaran sudah mengeluarkan bau busuk.

"Diperkirakan bayi itu sudah berumur 6 bulan hingga 1 tahun," ungkapnya.

Baca juga:
Pria Jambangan Surabaya Ditemukan Tewas di Rumah Lantai 2, Diduga Bunuh Diri

Setelah indentifikasi, mayat bayi itu kemudian dievakuasi ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo untuk visum dan identifikasi lanjutan. Hal itu dilakukan untuk mendapati alat bukti petunjuk.

"Alat bukti petunjuk belum kami temukan. Sehingga siapa yang membuang bayi itu, belum teridentifikasi," tandas Purwanto.