Pixel Code jatimnow.com

Pagelaran Wayang Kulit di PWNU Jatim, Ini Pesan Kiai Marzuki Mustamar

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Jajeli Rois
Kiai Marzuki menyerahkan gunungan wayang kulit kepada dalang Ki Sinarto
Kiai Marzuki menyerahkan gunungan wayang kulit kepada dalang Ki Sinarto

jatimnow.com - Pengurus Wilayah (PW) Lesbumi NU menggelar pertunjukan wayang kulit dalam memeriahkan Hari Santri 2019 mendapat apresiasi Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar.

Pagelaran wayang digelar di halaman parkir PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur, Selasa (28/10/2019), menghadirkan dalang Ki Sinarto dengan lakon 'Sri Mulih'.

Acara dimulai pukul 20.00 Wib diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon atau Ya Lal Wathon.

Pagelaran wayang berkat kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur juga mendapat sambutan hangat dari warga sekitar.

Kiai Marzuki mengingatkan dakwah Islam di Indonesia hingga berkembang pesat seperti sekarang ini, tidak lepas dari perjuangan wali songo.

Selama berjuang menyebarkan agama Islam di tanah nusantara ini, wali songo tidak mengabaikan kultur atau budaya yang berkembangan di tengah-tengah masyarakat.

Baca juga:
Pemkot Pasuruan Gelar Wayangan, Pengobat Rindu Warisan Budaya Tradisional

"Wayang kulit sejak zaman wali songo telah dikenal sebagai seni yang digemari masyarakat. Karena di situlah, nilai-nilai ajaran Islam itu ditanamkan. Sekaligus, dalam pertunjukan Wayang Kulit yang dipelopori Sunan Kalijaga, menjadikan dakwah Islam bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat," kata Kiai Marzuki.

Sebagai tanda dimulainya wayang kulit, Kiai Marzuki menyerahkan gunungan kepada dalang Ki Sinarto, dengan didampingi Wakil Ketua PWNU Jatim KH Reza Ahmad Zahid, Pengasuh Pesantren Mahrusyiyah Lirboyo Kediri, dan Ketua PW Lesbumi NU Jatim Ki Nonot Sukrasmono.

Selain itu, tampak hadir sejumlah lembaga dan badan otonom di lingkungan PWNU Jawa Timur. Sementara acara dipandu Cak Lupus Arboyo, yang juga aktivis Lesbumi NU Surabaya.

Baca juga:
Dalang Remaja Tulungagung Resah, Lawakan Lebih Ditunggu Ketimbang Cerita Wayang

Dalam lakon 'Sri Mulih', dalang Ki Sinarto yang juga Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Pemprov Jawa Timur, menceritakan kisah perjalanan seorang tokoh perempuan menunjukkan kemampuan sebagai pribadi di tengah-tengah masyarakat yang terus berubah.

Sri Mulih mampu berjuang untuk memimpin di tengah masyarakatnya yang sedang membangun, dan membawa perubahan-perubahan ke arah perbaikan. 

Ki Sinarto menghadirkan gaya wayangan gagrag Surakarta, dan tetap memegang teguh pakem, tata cara permainan khas wayang kulit yang telah dikenal masyarakat.