Pixel Code jatimnow.com

Pamit Memancing, Pria di Tulungagung Hilang Diduga Terseret Arus Sungai Brantas

Editor : Bramanta  
Proses pencarian korban tenggelam di Tulungagung yang dilakukan tim SAR gabungan. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Proses pencarian korban tenggelam di Tulungagung yang dilakukan tim SAR gabungan. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang pemancing berinisial NS (45), warga Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, dilaporkan hilang. Korban diduga kuat tercebur dan tenggelam di aliran Sungai Brantas setelah pihak keluarga hanya menemukan sepeda motor, alat pancing, dan sepasang sandal miliknya di pinggir sungai. Hingga saat ini proses pencarian terhadap korban masih berlangsung.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto mengatakan peristiwa ini dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polsek Ngantru pada Selasa (7/7/2026) siang. Kejadian bermula pada Senin (6/7/2026) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban NS berpamitan kepada istrinya, AY, untuk pergi memancing. Korban berangkat mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna merah dengan membawa peralatan pancing lengkap.

Namun korban mendadak hilang kontak sekitar pukul 17.30 WIB pada hari yang sama. Pihak keluarga sempat melakukan pencarian tetapi tidak membuahkan hasil.

Titik terang sekaligus kabar memilukan baru muncul pada Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB. Saksi J bersama anaknya, G (20), menemukan sepeda motor dan alat pancing korban terparkir di sekitar bibir sungai. Tak jauh dari lokasi tersebut, sepasang sandal milik korban juga ditemukan tergeletak tepat di pinggir aliran Sungai Brantas, Dusun Karangtengah, Desa Srikaton.

"Pihak keluarga lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polisi dan kami segera melakukan sejumlah upaya pencarian," ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Baca juga:
Beraksi di Tulungagung, Dua Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi

Sementara itu, Dantim Pos Basarnas Trenggalek, Taufik menerangkan pihaknya menurunkan dua perahu karet untuk proses pencarian hari ini. Perahu tersebut berasal dari Basarnas Trenggalek dan BPBD Tulungagung. Sebanyak 25 personel SAR gabungan dilibatkan dalam proses pencarian ini.

"Kami akan melakukan penyusuran sungai hingga sejauh 5 kilometer dari lokasi kejadian awal," terangnya.

Baca juga:
Ingin Beli Rokok dan Kopi, Lima Bocah di Tulungagung Nekat Curi Ayam

Selain pencarian di sungai, tim SAR gabungan juga melakukan pemantauan melalui darat. Mereka menggandeng kominitas radio amatir untuk memantau perkembangan proses pencarian ini.

"Sejak semalam pemantauan terus kami lakukan dibantu dengan teman komunitas RAPI hingga wilayah Kediri," pungkasnya.