jatimnow.com
Kampung Kemasan, Jejak 'Hidup' Kawasan Elit Ratusan Tahun di Gresik

Jejak 'hidup' kawasan elit ratusan tahun di Kampung Kemasan, Gresik (Foto-foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Deretan bangunan kuno tampak terawat di kawasan Pasar Gresik. Konon, bangunan-bangunan kuno itu dibangun sekitar tahun 1800-an.

Deretan bangunan kuno itu bisa ditemui di Jalan Nyai Ageng Arem Arem, khususnya di Kampung Kemasan. Di kawasan ini, bangunan-bangunan kuno itu tampak terawat dan masih difungsikan sebagai tempat usaha hingga hunian.

Kampung Kemasan memang terdiri dari bangunan-bangunan kuno yang pada masanya tergolong sebagai kawasan elit. Sebab, kampung ini berdekatan dengan Pelabuhan Gresik yang saat itu menjadi pintu utama dan pusat perdagangan Kota Gresik dan sekitarnya.

Salah satu bangunan kuno di Kampung Kemasan, GresikSalah satu bangunan kuno di Kampung Kemasan, Gresik

"Karena alasan itulah, kawasan ini banyak dihuni oleh pedagang-pedagang kaya, termasuk buyut saya yang saat itu menjadi suplier kulit di seluruh Pulau Jawa," kata Oemar Zaenuddin, salah satu pemilik rumah kuno di Kampung Kemasan, Rabu (11/12/2019).

Pak Nud-sapaan akrab Oemar Zaenuddin menyebut, sekitar tahun 1850-an ada seorang warga keturunan Tionghoa bernama Bak Lie Ong yang berprofesi sebagai perajin perhiasan. Nama Bak Lie Ong cukup terkenal pada zaman itu.

"Karena banyak orang yang datang ke rumah Bak Lie Ong untuk pesan perhiasan, maka lama-lama orang menyebut kampung ini dengan sebutan Kampung Kemasan," ungkap Pak Nud.

Suasana Kampung Kemasan, GresikSuasana Kampung Kemasan, Gresik

Pria 79 tahun ini melanjutkan, baru pada tahun 1855, buyutnya yang bernama Haji Oemar bin Achmad mulai merintis bisnis kulit di Kampung Kemasan dan berjaya antara tahun 1860 hingga 1896.

Karena sukses menguasai perdagangan kulit di Pulau Jawa, tak heran jika Haji Oemar mampu membangun rumah-rumah mewah bagi tujuh anaknya di Kampung Kemasan tersebut.

Loading...

"Salah satu anaknya adalah kakek saya. Jadi hampir semua yang tinggal di Kampung Kemasan sini masih punya hubungan keluarga," tambah Pak Nud.

Berita Terkait