jatimnow.com
Pemprov Jatim Mulai Inventarisir Rencana Proyek Gerbang Kertosusila

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak

jatimnow.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mulai menginventarisir proyek-proyek pengembangan wilayah Gerbang Kertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan), sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No 80 Tahun 2019.

Perpres tersebut tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru (BTS), serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

"Melalui rapat ini adalah menginventarisir proyek-proyek yang ada, yang sifatnya melibatkan swasta. Ada yang sifatnya infrastruktur. Ada yang sifatnya investasi. Ini kita petakan semua," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak usai acara Sosialisasi Perpres No 80 Tahun 2019 di gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (26/12/2019).

Emil belum bisa menjelaskan secara detail proyek apa saja yang akan dikerjakan karena saat ini masih dilakukan pemetaan.

"Di rapat tersebut tidak mungkin dibahas satu mikro, satu per satu. Yang kita lakukan dan kita memetakan dulu," ujarnya.

Ia mencontohkan, pembangunan tol ada di Kementerian PUPR. Pemerintah provinsi bukan hanya melihat pembangunan tol ada di pusat, tapi harus dilihat bagaimana kemanfaatan adanya tol.

Emil juga memberikan contoh lagi, misalnya bagaimana mendorong Jembatan Suramadu untuk mendukung kawasan industri di sekitarnya.

"Jadi, saya belum bisa berkomentar satu per satu proyek. Karena sekarang adalah tema kewilayahan yang kita perkuat. Seperti yang disampaikan Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) tadi, kita membangun suatu sistem kewilayahan, temanya bukan dilihat proyek by proyek. Tapi bagaimana itu ada kaitannya dengan pengembangan ekonomi," katanya.

Loading...

"Misalnya di Gerbang Kertasusila, kita bicara bagaimana bisa mensupport Bangkalan sebagai pendorong kawasan Madura. Dan juga bagaimana Pantura ini terkoneksi dengan metropolitan yang lebih efektif. Karena 50 persen ekonomi ada di wilayah Surabaya dan sekitarnya, maka kita harus pastikan daya saing selalu berjalan," tambah mantan Bupati Trenggalek ini.

Berita Terkait