Kapolda Jatim Diminta Jelaskan Kasus Penganiayaan Tokoh Agama hingga P


Kapolda saat di acara silaturrahmi dengan ulama se Madura

PAMEKASAN:: jatimnow.com - Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman bersilaturrahmi dengna para ulama se Madura yang tergabung dalam organisasi AUMA (Aliansi Ulama Madura), Senin (20/2/2018).

Hadir pula dalam acara itu Danrem 084 Bhaskara Jaya Kolonel Kav M Zulkifli, Direktur Intelkam Polda Jatim, Asiintel Kodam V Brawijaya, Wakil Bupati Pemakesan Halil Asyari, Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo, Kapolres Sumenep AKBP Fadilah Zulkarnaen, Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman dan Dandim Pamekasan Letkol Inf Nuryanto.

Sedangkan dari para kiai nampak hadir Abuya Ali Karrar Shinhaji (Ketua AUMA). KH Fadholi Ruham (Sekretaris). KH Nurun Tajalla, KH Dahlawi, KH Syafiudin Hasibin, KH Yahya Hamimuddin, KH Djakfar Shodiq, KH Zainal Djazuli, Habib Faishol Fad'aq, KH Abd Ghaffar, KH Umar Hamdan.

Pada kesempatan itu, Sekretaris AUMA KH Fadholi Ruham meminta kepada Kapolda Jatim untuk menjelaskan kondisi Jawa Timur akhir-akhir ini. Sebab, akhir-akhir ini ada tokoh agama yang disakiti dan dinodai oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, termasuk orang gila.

“Ada pula guru yang meninggal dianiaya oleh muridnya sendiri dan ada juga ditemukan lambang-lambang PKI. Ini semua perlu diantisipasi,” kata Fadholi saat silaturrahmi di kantor AUMA di Desa Lenteng, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Senin (19/2/2018).

Kemudian giliran Kapolda Jatim memberikan sambutan dan menanggapi berbagai pertanyaan para kiai itu. Ia menjelaskan tentang kejadian yang dialami para tokoh agama di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan.

Menurut Kapolda, kasus yang di Tuban itu pelakunya asli Rembang (Jawa Tengah), bawa anak dan istrinya dengan maksud ingin berobat kepada Gus Mat. Karena menunggu terlalu lama sehingga tertidur. Ketika dibangunkan untuk salat, malah memecahkan kaca masjid.

"Berdasarkan keterangan dari dokter, ahli psikiater, bahwa yang bersangkutan mengidap penyakit paranoid agresif," jelas Kapolda.

Ia pun menjelaskan kasus yang terjadi pada pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Kecamatan Paciran, Lamongan. Kapolda memastikan bahwa pelaku tersebut biasanya keluyuran di pantai sekitar WBL (Wahana Bahari Lamongan). "Waktunya salat disuruh salat. Kemudian mengejar kiai, sehingga para santri mengejarnya dan diamankan ke Polsek Paciran," ujarnya.

Selain itu, Kapolda juga menjelaskan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan murid terhadap gurunya hingga menyebabkan kematian. Ia memastikan bahwa kasus tersebut berkas perkaranya sudah dinyatakan P21 (berkas sempurna) oleh jaksa.

"Terkait PKI, itu merupakan kasus lama. Mudah-mudahan tidak muncul lagi di Jawa Timur," katanya.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter