jatimnow.com

Budidaya Udang Vannamei Didorong Memakai Bioteknologi Herbal dan Enzim

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Farizal Tito
Pelatihan Manajemen Bisnis Budidaya Udang Vannamei 🔍
Pelatihan Manajemen Bisnis Budidaya Udang Vannamei

jatimnow.com - Komoditas udang telah lama menjadi salah satu andalan ekspor bagi Indonesia dari sektor kelautan dan perikanan.

Salah satu jenis yang digandrungi adalah udang nannamei. Sayangnya, di tengah iklim yang ekstreme dan kerusakan lingkungan menciptakan tantangan berat bagi petambak udang.

Salah satu pelaku usaha dari Sidoarjo, Ahmad Arif pun berbagi pengalaman dan teknologi di depan sekitar 60 peserta Pelatihan Manajemen Bisnis Budidaya Udang Vannamei di Batam pada 5-6 Maret 2020.

Loading...

"Konsep kami kembali ke cara alam dan menyelesaikan masalahnya sendiri dengan tidak terlalu banyak inputan," kata Ahmad Arif dalam rilisnya yang diterima rekdaksi, Minggu (8/3/2020).

Menurutnya, karena padatan tebar tinggi otomatis limbah dipetakan akan semakin besar. Dan ini menjadi cikal bakal masalah yang muncul.

"Limbah dipetakan gampang dibersihkan kalau tidak ada makhluk hidup di dalamnya. Tapi karena ada udang dipetakan jadi kita harus menjaga daya dukung kehidupan, agar udang bisa sehat dan tumbuh," jelasnya.

Dengan penggunaan enzym (gugus protein, bukan makhluk hidup) maka kebutuhan mikroorganisme untuk proses apapun dipetakan bisa ditekan.

"Karena kalau bakteri tinggi, plankton, tinggi, limbah tinggi dan udang sendiri juga sudah mulai besar, mereka akan saling berkompetisi untuk hidup, mulai berebut oksigen, makanan, dan ruang," tuturnya.

Salah satu solusi efektif adalah teknologi enzymatic.

"Dasar pemikirannya adalah limbah harus terdekomposisi secara maksimal dan cepat tanpa menggangu daya dukung hidup udang," terangnya.

Biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai Bio katalisator (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa mempengaruhi hasil reaksi) dalam suatu reaksi kimia organik. Enzym bersifat spesifik yaitu bekerja pada substrat tertentu.

Dalam enzim mengandung salah satu enzim hidrolase yang berfungsi untuk mempercepat reaksi konversi dari galaktosida menjadi galaktosa, seperti laktosa menjadi monosakarida yaitu galaktosa dan glukosa.

Dengan enzim tersebut, perawatan, kontrol, pencegahan dan perbaikan penyakit teratasi. Biasanya kondisi ini gejala diantaranya pencegahan gas, kembung dan tidak nyaman dan insuficiensi pancreas.

"Bio konversi lignosellulosa menjadi gula dan etanol memecah hemiselulosa meningkatkan serapan pakan. Jadi enzim memang dibutuhkan oleh udang ini agar tumbuh dengan kualitas dan kuantitas sesuai harapan," pungkasnya.

Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Yushinta Fujaya juga merekomendasikan pemanfaatan bioteknologi herbal.

"Bioteknologi penting dalam meningkatkan produktivitas.Beragam mikroba dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan udang," ujarnya.

Wanita yang juga menjabat Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Akuakultur Indonesia ini menyebut beragam herbal indonesia memiliki peran penting dalam menstimulasi pertumbuhan, sebagai imunostimulan, anti bakteri, anti fungal, anti virus pada budidaya udang.

"Gunakan bioteknologi untuk budidaya udang yang ramah lingkungan," jelasnya.

Dicontohkannya, beberapa tumbuhan yang bisa dimanfaatkan adalah meniran hijau, maja, urang aring, bayam, pala dan temu kunci.

"Manfaatnya banyak, bisa untuk promoter pertumbuhan, munostimulan, prebiotik dan anti-bakteri," katanya.

Acara ini juga menghadirkan, Dr Supono, praktisi tambak di Lampung dan ketua masyarakat akuakultur Indonesia (MAI) Korda Lampung.

"Pelatihan ini sangat menarik. Selain mengajarkan hal dasar mengenai budidayanya, juga mengenalkan teknologi terbaru," tuturnya.

Hal ini sesuai dengan tujuan pelatihan yaitu merefresg pengetahuan dasar budidaya sebagai bekal uji kompeetensi dan memberikan pengayaan pengetahuan petambak.

Loading...