jatimnow.com

Buntut Pipa PDAM di Sekitar Purimas Surabaya Kena Tiang Pancang

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Zain Ahmad
Perbaikan pipa PDAM di sekitar perumahan Purimas, Gunung Anyar, Surabaya 🔍
Perbaikan pipa PDAM di sekitar perumahan Purimas, Gunung Anyar, Surabaya

jatimnow.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada akan fokus untuk penyelesaian permasalahan aliran air yang mati akibat pengerjaan proyek tiang pancang di sekitar perumahan Purimas, Gunung Anyar, Surabaya.

Untuk proses hukum terhadap pihak kontraktor yang menyebabkan kerusakan pipa PDAM berdiameter 1000 milimeter, Direktur Utama (Dirut) PDAM Mujiaman mengaku belum memikirkannya.

"Pertama, kita ingin cepat menyelesaikan. Tapi kita belum intensif berkomunikasi dengan siapa yang mengerjakan proyek. Nanti kalau tindakan hukum, nyari dulu, siapa yang mengerjakan, mana izinnya segala macam, tentu juga suatu proses panjang tersendiri," tegasnya, Minggu (8/3/2020).

Loading...

Apakah pihak proyek sudah berkordinasi dengan PDAM? Mujiaman menegaskan sama sekali tidak ada kordinasi. Tapi pihaknya pernah mendengar jika pemilik proyek punya peta lokasi.

"Seharusnya secara formal, masyarakat yang mau memanfaatkan ruang bawah tanah itu seharusnya berkomunikasi. Karena apa, sangat-sangat berbahaya. Kalau air, paling banter (kencang) kan mengganggu masyarakat. Tapi kalau yang lain, listrik bisa konslet. Apalagi kalau gas, bisa menimbulkan bahaya lebih besar," jelasnya.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Surya Sembada, Mujiaman 

"Jadi, ini kesadaran masyarakatnya harus kita ingatkan, bagaimana pemanfaatan ruang bawah tanah harusnya dipersyaratkan, yaitu notice rilis saya sebutnya, atau bahwa di situ membebaskan atau clear gitu," tambah Mujiaman.

Ada berapa pelanggan yang terdampak?

"Kalau diperkirakan, saya yakin ada 180 ribu. Untuk berapa hari mati, itu ada Sabtu dan Minggu, itu yang full. Kalau hari Jumat tidak," ungkapnya.

Berapa kerugian PDAM?

"Pendapatan PDAM dalam satu hari itu sampai Rp 2 Miliar. Tapi yang terpenting itu masyarakat," kata dia mencontohkan.

Ia menjelaskan jika pipanya bocor karena sebelumnya tiang pancang panjang yang masuk ke tanah sedalam 4 meter namun gagal, kontraktor mengira ada batu.

"Mereka kemudian memberikan pemecah batu yang kekuatannya 120 ton," tandasnya.

Ia sekali lagi mengaku jika belum mengetahui proyek pengerjaan di sekitar Masjid As Salam atau di persil perumahan tersebut yang mengakibatkan ribuan pelanggan PDAM terdampak.

Pihak Purimas belum bisa terkonfirmasi terkait peristiwa itu.

Loading...