Prof Higa Apresiasi Beroperasinya Pabrik PRO EM-1 di Indonesia

Editor: Redaksi / Reporter:

Prof Higa apresiasi beroperasinya pabrik PRO EM-1 di Indonesia (Foto-foto: dutabalinews.com)

jatimnow.com - Pabrik Pro EM-1 di Jalan Raya Pakis Jabung, Kelurahan Pakis Jajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang sudah dibangun dan beroperasi mendapat apresiasi dari penemu teknologi Effective Microoorganisme (EM4) Prof. Dr. Teruo Higa.

"Saya mengucapkan selamat atas sukses atas dibangunnya pabrik Pro EM-1 di Indonesia. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Pemerintah Indonesia khususnya Badan Pengawas Obat dan Makananan (BPOM) yang telah membantu perizinan, sehingga pabrik Pro EM-1 bisa berproduki di Indonesia," kata Prof. Teruo Higa yang juga Guru Besar Faculty Agriculture University of The Ryukyus, Okinawa, Jepang ini, Minggu (22/3/2020).

Ucapan terima kasih Prof. Teruo Higa diberikan kepada Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana melalui surat elektronik atau email yang diterima di Denpasar.

Prof. Higa menilai, berdirinya pabrik Pro EM-1 ini akan mampu menjadikan masa depan Indonesia sangat cemerlang. Pada awalnya pabrik Pro EM-1 dirintis di Amerika, kemudian di Jerman dan Asia Tenggara.

"Indonesia mengambil inisiatif untuk mendirikan pabrik Pro EM-1 dan saya bergembira atas gagasan yang sangat baik itu. Teknologi EM dipelajari oleh mahasiswa saya Gede Ngurah Wididana pada Tahun 1987 di laboratorium saya di Universitas Ryukyu, Okinawa," tambahnya.

Menurutnya, Gede Ngurah Wididana mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Daerah Okinawa selama satu tahun yang langsung berniat mengembangkan teknologi EM di Indonesia.

Prof. Higa apresiasi beroperasinya pabrik PRO EM-1 di IndonesiaProf. Higa apresiasi beroperasinya pabrik PRO EM-1 di Indonesia

"Saya merekomendasikan dia untuk mendapatkan beasiswa dari Negara Jepang selama dua tahun untuk melanjutkan pascasarjana di Universitas Ryukyu, dengan topik penelitian pemanfaatan Teknologi EM untuk meningkatkan produksi pertanian," ujar Prof. Higa.

Prof. Higa menjelaskan, Tahun 1987 belum ada peneliti yang bisa membuktikan Teknologi EM untuk meningkatkan produksi tanaman pertanian. Namun pada suatu saat, Wididana mengatakan kepadanya bahwa ia ingin menjadi Presiden Indonesia.

"Sensei, saya ingin menjadi Presiden Indonesia. Saya sangat gembira mendengar cita-cita besar tersebut. Saya mengatakan bahwa anda tidak perlu menjadi presiden. Jika anda mengembangkan Teknologi EM untuk masyarakat Indonesia, anda sudah menjadi warga negara yang berguna bagi masyarakat Indonesia," tambah Prof. Higa.

Ia pun meminta Wididana terus berkarya dengan tekun mengembangkan Teknologi EM di Indonesia. Selanjutnya Wididana mengembangkan Teknologi EM dari Bali dengan tekun dengan dibantu Prof. Higa.

Teknologi EM ini sudah diterapkan hampir di seluruh dunia. Teknologi ini juga bisa menyelesaikan masalah kesehatan seperti Virus Corona, masalah pertanian, seperti penggunaan zat-zat kimia, pupuk kimia dan pestisida dalam pertanian. Untuk kesehatan manusia, EM juga digunakan untuk meningkatkan kualitas mikroorganisme yang berguna di dalam tubuh manusia.

Atas kerjasama perusahaan (PT. AMA) dan pemerintah Indonesia, BPOM memberikan izin produksi dan pemasaran produk Pro EM-1 di Indonesia. Sehingga Pro EM-1 bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan masyarakat Indonesia, dengan mengubah mikroorganisme yang tidak baik menjadi mikroorganisme yang berguna di dalam tubuh manusia, sehingga manusia menjadi sehat.

Penggunaan Teknologi EM juga bisa meningkatkan kualitas lingkungan hidup manusia dengan mengolah limbah, membersihkan sungai. Teknologi EM juga diterapkan di Jepang secara luas dalam berbagai bidang seperti lingkungan, misalnya untuk mencuci sayur dan produk bahan makanan di rumah tangga.

Terkait Virus Corona (Covid-19), manusia harus meningkatkan imunitas tubuhnya dengan mengonsumsi mikrooragnisme yang menguntungkan seperti yoghurt dan Pro EM-1. Dengan menjaga kesehatan lingkungan yang baik dan imunitas tubuh, manusia bisa menjaga kesehatannya termasuk dari serangan Virus Corona.

Di seluruh dunia, anggaran pemerintah banyak digunakan untuk kesehatan. Dengan Teknologi EM, lingkungan hidup manusia dan imunitas tubuh menjadi lebih baik, sehingga biaya kesehatan bisa ditekan menjadi setengah bahkan seperdelapannya.

"Berdasarkan pengalaman saya menggunakan Teknologi EM, hampir tidak ada orang yang merasakan kerugian dan tidak ada orang yang menjadi sakit akibat penggunaan EM," tutur Prof. Higa yang hasil temuannya kini diterapkan di ratusan negara di belahan dunia.

Di dalam Teknologi EM terdapat mikroorganisme lactobacillus, ragi dan bakteri fotosintetik yang saling bekerjasama untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan manusia.

Penggunaan mikroorganisme itu merupakan keunggulan dari Teknologi EM, yang tidak dimiliki oleh teknologi lain. Teknologi EM sudah dikembangkan di lebih dari 150 negara dalam berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, perikanan, lingkungan dan kesehatan.

Penggunaan Teknologi EM di Indonesia, khususnya Pro EM-1 untuk menjaga kesehatan masyarakat sangatlah besar peranannya.

"Saya sangat berbahagia dan berterima kasih atas kerjasama yang telah dikembangkan di Indonesia. Semoga produk Pro EM-1 bisa bermanfaat untuk menjaga kesehatan masyarakat Indonesia yang kita cintai," tandas Prof. Higa.

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter