Pixel Code jatimnow.com

Dua Terduga Teroris yang Ditangkap Baru Satu Bulan Hidup di Sidoarjo

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Achmad Supriyadi
Rumah di Dusun Bogem, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo yang ditempati dua terduga teroris (Foto: Istimewa)
Rumah di Dusun Bogem, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo yang ditempati dua terduga teroris (Foto: Istimewa)

jatimnow.com - Tim Densus 88 Antiteror Polri mengamankan dua orang terduga teroris yang mengontrak sebuah rumah di Dusun Bogem, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.

Informasi yang didapat jatimnow.com, kedua terduga teroris itu adalah kakak beradik asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Keduanya baru satu bulan mengontrak di rumah tersebut. Keduanya diketahui hanya menganggur saat hidup di dusun tersebut.

"Baru satu bulan mengontrak di rumah itu," ujar salah satu warga setempat.

Selain itu, sejumlah barang bukti disita Tim Densus 88 dari rumah yang ditempati kakak beradik tersebut. Kabarnya, tim ini menyita sepucuk senjata api dan sejumlah dokumen dalam penggeledahan pada Sabtu (11/4/2020) siang itu.

Baca juga: 

Polri masih belum menjelaskan detail terkait penangkapan dan penggeledahan rumah di Sukodono, Sidoarjo itu. Hanya saja saat penggeledahan, sejumlah anggota polisi dari Polsek Sukodono dan Polresta Sidoarjo tampak melakukan pengamanan.

Baca juga:
Pilihan Pembaca: Terduga Teroris, Pencari Ikan, Truk Tabrak Pohon

"Dicek dulu ya," jawab Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi jatimnow.com, Sabtu (11/4/2020) malam.

Namun, informasi lain menyebut bahwa kakak beradik itu merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang pada sekitar pukul 16.00 Wib, Rabu (25/3/2020), ditangkap lima orang, satu di antaranya ditembak mati Tim Densus 88 di Batang, Jawa Tengah.

"Mereka merupakan jaringan JAD dari berbagai wilayah seperti Makassar, Semarang, Temanggung dan Kendal," kata Argo, Kamis (26/3/2020).

Baca juga:
Densus 88 Tangkap Satu Terduga Teroris di Magetan

Saat itu Argo juga menyebut bahwa salah satu dari lima terduga teroris melakukan perlawanan dengan pedang samurai. Sehingga Densus 88 memberikan tindakan tegas dan terukur.

Dari penyergapan itu, Tim Densus 88 menyita barang bukti sebilah samurai, sebilah golok, sangkur pemandu, buku catatan dan dirigen berisi cairan. Cairan tersebut sedang dicek jenis cairan apa di dalamnya. Selain itu ada 10 bungkus korek api, 10 resistor, 4 ponsel, 24 botol plastik kecil dan 24 botol berisi cairan.