Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Surabaya Kalahkan Jawa Barat

Editor: Redaksi / Reporter: REPUBLIKA.co.id

Data sebaran Covid-19 di Jatim per 27 Mei 2020 menunjukkan Surabaya tertinggi kasus positif

jatimnow.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebut bahwa pasien positif Covid-19 di Indonesia bertambah 686 orang per pukul 12.00 Wib, Rabu (27/5/2020).

Dari jumlah tambahan pasien, Jawa Timur (Jatim) menyumbang angka terbanyak dengan 199 pasien, disusul DKI Jakarta 97 pasien dan Kalimantan Selatan 73 pasien.

Khusus Jatim, total pasien positif Covid-19 menjadi 4.142. Jika dirinci lebih lanjut, sebaran pasien positif Covid-19 terbanyak disumbang Kota Surabaya yaitu mencapai 2.216 orang.

Adapun yang sembuh mencapai 194 orang dan meninggal 200 orang. Dengan kata lain, total pasien aktif yang masih dalam tahap perawatan di Kota Pahlawan menjadi 1.822 orang.

Angka kasus positif 2.216 orang di Surabaya mengalahkan total pasien Covid-19 di Jawa Barat (Jabar). Pada Rabu, pasien positif Covid-19 di Jabar bertambah 27 orang, sehingga keseluruhan ada 2.157 orang. Itu pun angka pasien yang sembuh terdiri 542 orang dan yang meninggal 142 orang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan, tak henti-hentinya menggelar tes cepat (rapid test) massal di sejumlah wilayah. Hingga 25 Mei 2020, pemkot telah menggelar 21.203 rapid test.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Fikser mengatakan, dari angka 21.203 rapid test tersebut menunjukkan sebanyak 2.080 hasilnya reaktif.

"Dari 2.080 itu, yang sudah di swab sebanyak 1.155 orang. Sekarang sudah keluar hasilnya sebanyak 710 orang," kata Fikser, Selasa (26/5/2020).

Fikser menyatakan, hasil swab 710 orang tersebut, terdiri 347 positif dan 363 sisanya adalah warga dengan hasil negatif. Meski begitu, pihaknya mengaku, sedang menunggu sisa hasil swab yang belum keluar berjumlah 445 orang.

"Kita menunggu hasil (swab) tersebut. Mudah-mudahan secepatnya kita dapat menggunakan mobile PCR. Hasil swab-nya sekitar 45 menit sudah bisa keluar," jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Surabaya tersebut.

Sementara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim berupaya meningkatkan kapasitas uji laboratorium dengan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi material genetik virus corona.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, peningkatan kapasitas tersebut didapatkan melalui bantuan mobile PCR dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang memiliki kapasitas tes sebanyak 200 spesimen per mesin.

"Ada dua mobile PCR yang masing-masing memiliki empat mesin. Mudah-mudahan ini menjadi percepatan kita untuk melakukan tes swab," ujar Gubernur Khofifah di Kota Malang, Rabu (27/5/2020).

Gubernur Khofifah menambahkan, bantuan berupa mobil PCR itu meliputi mesin PCR, termasuk tenaga analis untuk melakukan uji laboratorium. Dia berharap, dengan adanya percepatan uji laboratorium tersebut mampu meningkatkan penanganan kasus Covid-19 di Jatim.

"Kita mendapatkan dukungan dari Gugus Tugas Pusat, tambahan delapan mesin, yang kapasitas maksimumnya menjadi 1.600 tes per sif," tandasnya.

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter