Pandemi Covid-19

Diisolasi di Hotel, 18 Warga Surabaya Mengaku Tidak Dapat Fasilitas

Editor: Budi Sugiharto / Reporter: Jajeli Rois

Ilustrasi rapid test di Surabaya

jatimnow.com - Sebanyak 18 warga yang diisolasi di sebuah hotel mengadu ke anggota DPRD Surabaya Imam Syafii.

"Saya mendapatkan laporan dari warga. Ada sekitar 18 orang warga asal Surabaya yang diisolasi di hotel mengaku tidak mendapatkan fasilitas seperti vitamin atau obat-obatan, selimut hingga peralatan mandi," ujar Imam Syafii kepada jatimnow.com, Sabtu (30/5/2020).

Politisi dari Partai NasDem ini mengatakan, warga yang diisolas ini karena menunggu hasil swab Covid -19.

"Informasi yang kami terima, lama isolasi hanya semalam untuk menunggu hasil swab keluar. Namun, mereka menerima informasi bahwa mereka harus berada di dalam hotel selama tiga hari atau sampai hasil swab keluar," ujarnya.

Keluhan yang dialami warga juga tentang ketidakjelasan informasi sehingga tidak ada persiapan warga yang diisolasi.

"Mereka seperti dibohongi oleh pemerintah kota. Apalagi ada salah satu warga yang sakit typus yang seharusnya mendapatkan perawatan keluarga," ujarnya.

Imam berharap Pemkot Surabaya untuk segera menindaklanjuti keluhan warga.

"Harus segera menanggapi keluhan warga yang diisolasi," terangnya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya mengapresiasi Pemkot Surabaya melakukan rapid test yang semakin masif. Tapi diharapkan pemkot juga menyiapkan langkah-langkah lanjutan setelah rapid test.

"Rapid test ini kan untuk mengetahui reaktif atau tidak. Kalau reaktif, mereka harus diswab. Dan harus dikelompokkan, mana yang sakit ringan, sakit sedang dan sakit berat. Ini membutuhkan tempat tersendiri," ujarnya.

"Karena itu, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, tenaga medis, dokter, perawat harus dipersiapkan, biar tidak seperti sekarang yang overload kapasistas rumah sakit. Jangan hanya asyik rapid test1 saja, tapi ke depannya tidak dipersiapkan," jelasnya.

Imam tidak mengingkan lagi kejadian iitu terulang lagi. Pemkot Surabaya harus benar-benar sistematis menangani Pandemi Covid-19 ini.

"Kalau rapid test konsekuensinya harus dikawal, harus tersistematis penanganannya. Harus memisahkan tempat bagi yang sakit ringan, sedang, berat. Ini harus diurusi, tidak boleh dibiarkan," tegasnya.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser janji akan memberikan penjelasan setelah mengecek ke lapangan. "Nanti saya telepon ya," jawabnya saat dikonfirmasi pada Pk 06.41 Wib.

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter