Pelaku Serang Tiga Gereja dengan Bom Pangku, Bom Pinggang & Bom Mobil

Editor: Erwin Yohanes / Reporter: Farizal Tito

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian

jatimnow.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkap cara kerja dari bom yang digunakan pelaku untuk bunuh diri.

Dari ketiga gereja, para pelaku menggunakan bom yang berbeda dengan kekuatan ledak yang berbeda pula.

"Semuanya adalah serangan bom bunuh diri, namun jenis bomnya yang berbeda," katanya.

Ia memaparkan kronologi dan cara kerja bom yang digunakan oleh pelaku. Bom mobil yang di Jalan Arjuna merupakan bom dengan ledakan terbesar dengan cara diletakkan di dalam kendaraan dan proses ledakannya dilakukan dengan cara ditabrakan.

"Bom ini yang paling besar. Sedangkan pelaku pemboman di GKI diletakkan di pinggang karena tubuh pelaku yang rusak pada bagian perut," terangnya.

Sementara itu, bom yang meledak di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya dibawa dengan cara dipangku. Kapolri meyakini semuanya adalah bom bunuh diri.

"Kita belum faham jenis-jenisnya tapi kita yakin bom yang digunakan mayoritas berdaya ledak tinggi dan pecah dengan dibawa menggunakan sepeda motor. Sekarang masih penyelidikan bahan peledak yang digunakan," paparnya.

Sebelumnya, tiga gereja di Surabaya diteror bom. Tiga gereja tersebut adalah, Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Surabaya, GKI di Jalan Diponegoro, serta satu gereja di Jalan Arjuno Surabaya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Erwin Yohanes

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter