Pixel Code jatimnow.com

Pandemi Covid-19

Dua Karyawan Meninggal dan 6 Reaktif, Stasiun TVRI Jatim Lockdown

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Narendra Bakrie
Ilustrasi/republika
Ilustrasi/republika

jatimnow.com - Stasiun TVRI Jawa Timur Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya menghentikan aktivitas sekitar 180 karyawannya mulai hari ini, Senin (13/7/2020). Lockdown dilakukan setelah ada dua karyawan di stasiun televisi ini meninggal dunia.

"Ada dua karyawan kami meninggal dunia berturut-turut, laki-laki dan perempuan. Yang laki-laki meninggal pada Sabtu (11/7), yang perempuan meninggal pada Minggu (12/7)," ungkap Kepala Stasiun TVRI Jawa Timur, Akbar Sahidi saat dikonfirmasi jatimnow.com.

Akbar menyebut, dalam diagnosa awal, karyawan laki-laki yang meninggal itu karena typus dan yang perempuan karena demam berdarah. Namun setelah meninggal, keduanya dimakamkan dengan protokol Covid-19.

"Jadi kami belum mendapatkan laporan secara tertulis. Tetapi informasi yang berkembang, kedua almarhum ada gejala sesak sebelum meninggal. Tapi belum bisa kami pastikan apakah kedua almarhum positif Covid-19 atau negatif," terangnya.

Akbar menambahkan, sebelum kedua karyawan itu meninggal atau masih dirawat di rumah sakit, seluruh karyawan sekitar 180 orang langsung di-rapid test pada 9 Juli dengan hasil 6 orang reaktif.

Baca juga:
Muncul Lagi Subvarian Omicron Baru BA.2.75

Dan pada 10 Juli, 6 karyawan itu langsung di tes swab, tetapi hingga hari ini hasilnya belum keluar. Atas dasar itu, 6 karyawan tersebut diminta isolasi mandiri.

"Justru enam karyawan reaktif ini bukan satu ruangan dengan dua karyawan kami yang meninggal dunia itu," tegasnya.

"Untuk itu kami mengajukan lockdown ke pusat selama 15 hari mulai hari ini sampai 27 Juli. Semua aktivitas produksi off total," tambah Akbar.

Baca juga:
Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Naik Hingga 620 Persen

Atas keputusan itu, TVRI Jatim hanya akan merelay siaran-siaran dari nasional dan seluruh aktivitas produksi di TVRI Jatim berhenti total.

Dirgahayu Ri 77 Bank Jatim

"Jadi total kurang lebih 180 an karyawan aktivitasnya berhenti total. Kecuali hanya ada dua petugas relay dengan cara bergantian dan protokol kesehatan. Begitu pula dengan satpam," tegasnya.