Pixel Code jatimnow.com

Polisi Amankan 1 Saksi Usai Bongkar Makam Takmir Masjid untuk Autopsi

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Sahlul Fahmi
Pemeriksaan saksi oleh Polres Gresik
Pemeriksaan saksi oleh Polres Gresik

jatimnow.com - Polisi melakukan pemeriksaan terhadap saksi usai membongkar makam untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Askuri (76) seorang takmir masjid di Desa Serah, Kecamatan Panceng, Gresik.

Bertempat di balai desa, Satreskrim Polres Gresik memanggil satu persatu warga yang menjadi saksi atas meninggalnya Askuri yang saat ditemukan jenazahnya terdapat beberapa kejanggalan.

Baca juga: Polisi Bongkar Makam Takmir Masjid di Gresik untuk Autopsi

Dari penyelidikan awal tersebut, polisi telah mengamankan salah seorang saksi dengan tujuan penyidik dapat mengembangkan kasus itu.

Kanit Pidum Polres Gresik, Ipda Daniel tak menampik jika pihaknya telah mengamankan seorang saksi.

"Iya, ada yang kita amankan agar tidak kabur. Tapi masih menunggu keterangan saksi-saksi lebih lanjut. Nanti saja ya kalau sudah ada pemeriksaan lengkap biar tidak sepotong-sepotong," kata Daniel, Selasa (21/7/2020).

Sementara itu, Kepala Desa Serah, Abdul Said mengatakan meninggalnya Askuri pada jenazahnya ditemukan terdapat beberapa luka memar di pelipis kanan serta ada percikan darah di kepala dan tubuh korban.

Said menceritakan kisah kematian Askuri terjadi pada Senin 6 Juli lalu. Saat itu, dirinya meninjau lokasi kavling yang terdapat di selatan desa mendapat kabar dari salah satu warga jika Askuri ditemukan meninggal dunia.

Baca juga:
Tiga Hari Tahlilan, Keluarga Korban Ungkap Kejanggalan Pembunuhan di Sidoarjo

"Begitu saya mendapat kabar kematian Pak Askuri, saya langsung menuju rumahnya. Kondisi almarhum saat itu sudah ditutupi kain dan sudah dipindah keluar dari kamarnya. Saya lalu bertanya kepada keluarganya mengenai perihal kejadian meninggalnya almarhum. Mereka menjawab kalau Pak Askuri jatuh dari tempat tidur," kata Abdul Said.

Abdul Said lantas mencoba melihat kondisi kamar Askuri. Namun dia mulai melihat kejanggalan sebab tinggi tempat tidurnya ternyata kurang dari satu meter.

Sedang lantai kamar Askuri juga masih berbentuk tanah. Kejanggalan semakin bertambah karena ketika Said membuka kain yang menutupi jenazah, Said mendapati wajah Askuri berlumuran darah.

"Saya kaget melihat kondisi almarhum seperti itu. Hati kecil saya mengatakan kalau ada yang janggal dengan jenazah ini," ucapnya.

Baca juga:
Hasil Autopsi Dua Korban Tragedi Kanjuruhan, Dokter: Tak Terdeteksi Gas Air Mata

Dari situlah timbul keinginan Said untuk mendokumentasikan jenazah Askuri dengan kamera ponsel miliknya. Namun keinginan tersebut tidak terwujud karena tidak diizinkan pihak keluarga korban.

"Mereka menghalangi saat saya hendak memotret sambil bilang tidak usah," bebernya.

Dirinya lega setelah tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Jatim sudah turun tangan secara langsung membongkar makam dan melakukan autopsi terhadap jenazah Askuri.

"Semoga dengan autopsi ini akan ada titik terang mengenai penyebab kematiannya," harap Said.