Pixel Code jatimnow.com

Pandemi Covid-19

Gubernur Khofifah Blusukan Pantau Pemulihan Ekonomi Jatim di Pasuruan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Moch Rois
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengunjungi PT. Indofood Sukses Makmur di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengunjungi PT. Indofood Sukses Makmur di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi PT. Indofood Sukses Makmur di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Rabu (5/8/2020). Kunjungan itu salah satunya untuk memantau proses pemulihan ekonomi di masa Pandemi Covid-19.

Gubernur Khofifah mengatakan, mulai Agustus, dirinya akan akan memperkuat sektor-sektor industri yang bisa memberikan daya dukung terhadap pergerakan ekonomi di Jawa Timur.

"Proses pemulihan ekonomi ini harus diikuti oleh pergerakan, mulai usaha mikro, mikro kecil menengah sampai usaha besar. Kalau kemarin saya ngajak ke industri sepeda dan juga ke industri mamin (makanan dan minuman). Dan sekarang juga ke industri mamin," ujar Gubernur Khofifah.

Dia menyampaikan, berdasarkan data resmi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, pada periode Januari-Juni 2020, total investasi (PMA dan PMDN) di Jatim senilai Rp 51 triliun, terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 12,5 triliun dan PMDN sebesar Rp 38,4 triliun.

Baca juga:
Muncul Lagi Subvarian Omicron Baru BA.2.75

Secara nasional, capaian ini menduduki peringkat kedua setelah Jawa Barat yang mencatatkan angka realisasi Rp 57,9 triliun. Di urutan ketiga DKI Jakarta dengan angka Rp 50,2 triliun.

Sedangkan untuk PMA di Kabupaten Pasuruan tertinggi nomor 4 di Jawa Timur. Hal ini menunjukkan bahwa kultur industri di Jawa Timur mendapatkan atensi yang cukup bagus untuk berinvestasi.

Baca juga:
Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Naik Hingga 620 Persen

Dengan capaian itu, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat dan semua stake holder berseiring serta menjaga kondusifitas yang harus terbangun dengan baik.

"Alhamdulillah ada peningkatan justru year on year (yoy) investasi di Jawa Timur dibanding tahun lalu. Kalau dibanding dengan pertumbuhan investasi nasional, sangat jauh di atas rata-rata pertembuhan investasi nasional," tandasnya.