Pilwali Surabaya 2020

Pasar Turi Jadi Pasar Turu, Machfud Arifin: Akan Saya Hidupkan Kembali

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Jajeli Rois

Cawali Machfud Arifin saat melihat kondisi gedung Pasar Turi Baru, Surabaya

jatimnow.com - Puluhan pedagang maupun eks pedagang Pasar Turi menyampaikan keluhannya kepada Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, Jumat (14/8/2020).

Machfud Arifin berharap, Pasar Turi yang sekarang menjadi Pasar Turu (tidur), ke depannya akan dihidupkan kembali dan menjadi salah satu ikon pasar di Kota Surabaya.

"Saya bisa hadir di sini ingin bersilaturahim dengan bapak ibu sekalian," ujar Machfud Arifin saat memberikan sambutan di depan para pedagang Pasar Turi di lantai dasar Pasar Turi Baru, Jumat (14/8/2020).

Machfud Arifin menerangkan, Pasar Turi mengalami kebakaran pada Tahun 2007. Kemudian dibangun dan selesai pada Tahun 2013. Namun hingga 13 tahun lamanya, para pedagang masih belum bisa masuk dan berjualan di gedung Pasar Turi Baru.

Sedangkan pasar atau stan darurat yang terbuat dari bangunan semi permanen yang berdiri di jalan raya di sebelah timur gedung Pasar Turi Baru, kondisinya mengenaskan dan membuat kumuh kawasan itu.

"Kurang lebih 2013 sudah selesai. Harusnya para pedagang sudah bisa masuk ke sini. Tapi faktanya apa, dia tidak bisa masuk. Ini sungguh sangat menderita," tuturnya.

Cawali Machfud Arifin melakukan tanya jawab dengan para pedagang Pasar Turi, SurabayaCawali Machfud Arifin melakukan tanya jawab dengan para pedagang Pasar Turi, Surabaya

"Pasar Turi ini adalah ikonnya Kota Surabaya, pusat perdagangan orang Surabaya hingga masyarakat di kawasan Indonesia bagian timur. Tapi nyatanya sekarang yang seperti ini," tambah mantan Kapolda Jatim ini.

Machfud Arifin pun berjanji akan menghidupkan geliar perdagangan di Pasar Turi jika dirinya terpilih menjadi wali kota dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya, 9 Desember 2020 nanti.

"Ini sungguh prihatin buat saya. Dan insyaAllah saya mengembalikan fungsi Pasar Turi," tegasnya.

Dalam acara tersebut, Machfud Arifin menggelar dialog dengan para pedagang. Ada beberapa pedagang yang bertanya kepada arek asli Ketintang, Surabaya itu.

Salah satu pedagang yang sampai sekarang berjualan di stan darurat berharap ada aturan yang meringankan beban para pedagang, agar dapat berdagang kembali di Pasar Turi Baru.

"Contoh salah satunya ketika kita harus libur dendanya Rp 500 ribu. Dan banyak lagi persoalan yang harus diselesaikan. Misalnya pintu rolling harusnya ketebalannya sekian, jadinya sangat tipis. Kita khawatir kalau nanti masuk, nggak bisa mengangsur, kita akan jadi dibuang dan jadi PKL (pedagang kaki lima). Itu yang kita khawatirkan, sehingga saya bertahan berdagang di jalan itu (stan darurat)," bebernya.

Mendapatkan pertanyaan tersebut, calon wali kota Surabaya yang diusung koalisi 8 partai itu tidak ingin mengumbar janji.

Cawali Machfud Arifin saat melihat kondisi gedung Pasar Turi Baru, SurabayaCawali Machfud Arifin saat melihat kondisi gedung Pasar Turi Baru, Surabaya

"InsyaAllah kita akan ambil alih. Pemkot ngambil alih nek kesuwen-kesuwen (kalau terlalu lama)," jelas Machfud Arifin disambut tepuk tangan para pedagang.

"Nek isok duduk bareng, dikelola seng profesional, tapi bener-bener melindungi pedagang iku gak popo. Kita di negara hukum, taat aturan. (Kalau bisa duduk bersama, dikelola oleh profesional, tapi benar-benar melindungi para pedagang itu tidak apa-apa)," terangnya.

"Aku di belakang kamu. Aku di pihak kamu. Aku gak kakean omong (saya tidak banyak bicara). Saya akan berada di belakang para pedagang. Saya tahu apa yang dirasakan para pedagang selama ini sudah menderita. Saya akan hadir berada di belakang saudara-saudara," tegas Machfud Arifin.

Kemudian ada anak eks pedagang Pasar Turi, yang ayahnya bernama H Affan sudah meninggal dunia. Kata pemuda itu di depan Machfud Arifin, tagihan pinjaman dari bank masih terus berjalan.

"Dan saya sendiri belum bisa membayar cicilan ke bank dan itu dendanya juga masuk. Kita sebagai pedagang, buat makan saja belum cukup, apalagi buat bayar angsuran dan dendanya. Bagaimana solusinya dari Bapak Machfud Arifin," ujarnya.

Machfud Arifin menjawab bahwa persoalan tersebut adalah persoalan individual. Tapi dirinya akan berusaha menjembatani menyelesaikan persoalan tersebut.

"Kalau bisa nanti dibantu nek iso (kalau bisa) dibantu diundur, pembayarannya diperpanjang. Orang nyambut gawe oleh duwek disek. (Orang bekerja mendapatkan uang terlebih dahulu), kan bisa. Ini kan di negeri kita sendiri. Ngono ae kan gampang. (Begitu saja kan mudah)," tambahnya.

"Kuncine mek sito tok. Lebokno aku dadi wali kota disek. Nek gak isok, koen yo gak isok. Setuju nggak. (Kuncinya hanya satu saja. Masukkan saya menjadi wali kota. Kalau tidak bisa, kamu juga tidak bisa. Kamu berjuang terlebih dahulu)," jelas Machfud Arifin yang kembali disambut tepuk tangan para pedagang.

Usai acara sapa pedagang, Machfud Arifin bersama perwakilan pedagang menyusuri setiap bagian gedung Pasar Turi Baru.

"Pasar Turi. Turi itu bunga dan bisa menyehatkan tubuh. Kalau ini pasar turu (tidur), turu ae (tidur saja)," cetusnya.

"Kita akan kembalikan lagi menjadi Pasar Turi dan menjadi salah satu ikonnya Kota Surabaya," tandan Machfud Arifin.

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter