jatimnow.com
Pengumuman Calon PDIP di Pilwali Surabaya 2020 Diundur Terus, Galau?

PDI Perjuangan (PDIP)

jatimnow.com - DPP PDI Perjuangan (PDIP) menunda ketiga kalinya umumkan calonnya yang akan bertanding dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya, 9 Desember 2020 mendatang.

Pengamat Politik Unair, Kris Nugroho menilai, batalnya pengumuman calon wali kota dan wakil wali kota dari PDIP dalam Pilwali Surabaya 2020 tersebut menunjukkan kegalauan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

"Ya. Karena nggak gampang mengambil keputusan untuk Surabaya. Karena Surabaya ini kan pertaruhan politik, jangan keliru mengambil keputusan dan kalah," ujar Kris, Jumat (28/8/2020).

Sebab menurut Kris, bila sampai PDIP kalah di Pilwali Surabaya 2020, akan berpengaruh pada militansi dan loyalitas mesin politiknya pada Pemilu 2024.

"Kalau kalah efeknya juga besar. Kalah akan menimbulkan kekecewaan. Kemudian menggerakan mesin politiknya untuk loyal lagi untuk militan pada (Pemilu) 2024, sulit," tambahnya.

Sementara Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP Jatim Deni Wicaksono menyebut bahwa rekomendasi memang ada di tangan DPP, dalam hal ini Ketua Umum Megawati.

Baca juga:  

"Kalau dikatakan galau, kami tidak punya kewenangan untuk menjawab itu," ujar Deni didampingi Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Adi Sutarwijono atau Awi kepada wartawan di Kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari, Surabaya, Jumat (28/8/2020).

Deni menerangkan bahwa di Surabaya banyak kader PDIP yang potensial untuk dicalonkan sebagai calon wali kota maupun calon wakil wali kota. Juga ada calon yang di luar kader yang ingin bergabung dengan PDIP.

"Ini mungkin menjadi pertimbangan mendalam supaya rekom yang akan dikeluarkan oleh PDI Perjuangan ini sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat Surabaya, khususnya bisa membawa aura kemenangan," tuturnya.

Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Adi Sutarwijono menambahkan, mesin dan organisasi jaringan partai sudah dipersiapkan untuk memenangkan Pilwali Surabaya 9 Desember 2020.

"Kami di Surabaya menyiapkan mesin organisasi jaringan pemenangan yang setiap saat bisa digerakkan ketika rekomendasi itu sudah turun," jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya itu.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani yang menunjukkan sebuah amplop tertutup itu ketika selesai membacakan empat pasangan calon gubernur-wakil gubernur dan 58 calon wali kota dan bupati PDIP di pengumuman gelombang IV yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (28/8/2020).

Loading...

Amplop itu berisi nama calon wali kota-calon wakil wali kota Surabaya. Awalnya Puan memanggil para pengurus partai di Jawa Timur dan Surabaya. Namun karena masalah teknis akibat jaringan internet, para pengurus Jawa Timur belum bisa masuk.

Puan pun berinisiatif dan menyatakan bahwa sudah ada nama-nama calon dari PDIP yang akan diumumkan.

"Terkait calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah di Kota Surabaya ini sudah ada suratnya. Karena belum tersambung, nanti akan diumumkan pada waktu yang akan datang," ungkap Puan.

Berita Terkait