Tak Bermasker, Pria di Surabaya ini Diamankan Satpol PP Bak Pencuri

Editor: Sandhi Nurhartanto / Reporter: Farizal Tito

Tangkapan layar video penindakan yang diterima Subandi dari tim gabungan

jatimnow.com - Sebuah video tentang penindakan pelanggar protokol kesehatan (prokes) yang dilakukan tim gabungan Surabaya menjadi viral di WhatsApp, Sabtu (10/10/2020) malam.

Dari video berdurasi 1,36 menit itu, terlihat puluhan petugas Satpol PP dan Linmas mengerumuni dan membentak-bentak seorang pria berambut sebahu, berkaus hitam yang hanya mengenakan masker di dagunya.

"Ikuti aturan Surabaya, ikuti aturan sini. Itu aturan pemerintah," teriak petugas yang mengenakan Satpol-PP kepada pria tersebut saat dilihat jatimnow.com.

Namun, bentakan tersebut dijawab oleh seorang perempuan yang mengenakan daster berwana kuning dan bermasker yang saat itu menghalang-halangi Satpol-PP yang berusaha akan membawa pria tersebut.

"Jangan main kasar gitu pak, jangan teriak-teriak nggak etis pak. Oke kalau itu aturan tapi jangan main kasar," jawab perempuan tersebut.

Setelah dibentak, pria tersebut keluar dari halaman teras yang digunakan untuk usaha depo air isi ulang. Tak lama kemudian petugas Satpol PP yang ada di luar langsung menarik untuk membawanya menuju ke mobil boks.

"Saya ini sedang kerja, siapa yang jaga (depo) ini pak," kata pria tersebut dengan suara lirih kepada petugas Satpol PP.

Namun, jawaban pria tersebut tak memberhentikan tindakan petugas Satpol PP. Pria tersebut malah mendapatkan perlakuan bak seperti bandit jalanan. Pria yang diketahui pegawai depo air isi ulang itu malah dipiting hingga dibanting ke dalam mobil boks Satpol-PP.

Apakah peristiwa tersebut terjadi di Surabaya?

Dari penelusuran terkait video viral tersebut, wartawan jatimnow.com mewawancarai seorang yang mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan oleh petugas gabungan tersebut.

Peristiwa tersebut dialami Subandi (38) warga Jojoran, Surabaya. Ia menceritakan jika peristiwa yang dialaminya itu terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 10.00 Wib di depo isi ulang tempat dia bekerja di Jalan Karang Menjangan.

"Iya itu saya saat ditindak karena tidak mengenakan masker. Saat itu saya di teras depo isi ulang tempat saya bekerja," ujar Subandi.

Ia mengakui jika saat itu dia tidak sedang mengenakan masker karena sedang kecapaian usai mengangkat puluhan galon. Para petugas Satpol-PP, Linmas dan polisi sekitar dua mobil sedang berkeliling langsung menghampirinya.

"Saat itu saya memang bawa masker tapi tidak saya pakai karena habis mengangkat puluhan galon istilahnya supaya bisa bernafas lega lah," jelasnya.

Ia kemudia dihampiri. Tiba-tiba petugas tersebut menyerbunya dan langsung meminta kartu identitasnya.

"Tiba-tiba saya dibentak dan dimintai KTP, setelah itu saya bilang kalau tidak membawa. Dan saya langsung di tarik diajak masuk ke mobil," ungkapnya.

Alasan dia tidak mau diajak karena sedang mempunyai kewajiban untuk menjaga depo air isi ulang yang pada saat itu masih banyak pelanggan yang sedang mengisi air.

"Pada saat itu memang saya sedang bekerja shif pagi. Jika saya tiba-tiba ikut tidak izin dulu saya takut dimarahin bos dan bisa-bisa dipecat," bebernya.

Subandi mengaku meski pekerjaannya serabutan dan mendapatkan gaji yang tak seberapa dari depo air isi ulang tersebut tapi dia berusaha menikmati untuk mencari rezeki yang halal demi menghidupi keluarganya.

"Saya tidak ingin dipecat, kerja saya ini istilahnya dapat uang hari ini ya habis untuk dimakan hari itu juga. Belum lagi saya harus nanggung biaya kehidupan dan sekolah 3 adik saya," ujarnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Surabaya Eddy Cristijanto saat dikonfirmasi jatimnow.com pada Minggu (11/10) pada pukul 15.46 wib melalui WhatsApp belum merespon.

Subandi saat ditemui reporter jatimnow.com

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter