Pilwali Surabaya 2020

Machfud Arifin-Mujiaman Siapkan Stimulus untuk Gairahkan UMKM

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Farizal Tito

Calon Wali Kota Machfud Arifin saat menyapa para pelaku UMKM di Surabaya yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi

jatimnow.com - Lumpuhnya perkonomian akibat Pandemi Covid-19 sangat dirasakan para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Kehadiran pemerintah sangat diperlukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi warga.

Namun, para pelaku UMKM di Surabaya yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi ini tidak merasakan adanya kehadiran maupun perhatian dari pemerintah kota (pemkot) setempat.

Keluhan salah satunya disampaikan Ichwan, Ketua Pedagang Kaki Lima (PKL) Dukuh Kupang kepada Calon Wali Kota Surabaya Nomor Urut 2 Machfud Arifin saat silaturahmi dan pameran bersama Komunitas Pahlawan Ekonomi di Hotel Mercure, Sabtu (31/10/2020).

Menurut Ichwan, selama ini pihaknya tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah.

"Selama ini kami UKM seperti kami sangat mengharapakan bantuan dari pemerintah khususnya di masa pendemi ini. Tapi kenyataan sampai saat ini pemerintah tidak hadir," ungkap Ichwan.

"Kami berharap Pak Machfud jadi wali kota dan memimpin Surabaya, agar nasib kami diperhatikan," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Pembina UKM Surabaya, Shanty Oktavi Utami. Dia mengaku jika selama ini UKM di Surabaya hanya menjadi anak tiri di negerinya sendiri, tanpa perhatian dari pemkot.

Dengan melihat sosok Machfud Arifin, pemilik Fashion Shantika ini optimis mantan Kapolda Jatim itu mampu mengangkat UKM Surabaya 'the next level' bisa Go Global hingga Go Internasional.

Calon Wali Kota Machfud Arifin bersama para pelaku UMKM di Surabaya yang tergabung dalam Pahlawan EkonomiCalon Wali Kota Machfud Arifin bersama para pelaku UMKM di Surabaya yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi

"Kami berharap kepada Pak Machfud Arifin dan Bu Lita Machfud Arifin. Karena saya tau kapasitas Bu Lita sebagai pengurus Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) memiliki banyak link intansi dan lembaga, sehingga nanti UKM Surabaya ini bisa next level. Tidak stagnan seperti ini," tutur Shanty.

Menurut Shanty, selama ini Surabaya hanya sebagai batu loncatan atau transit bagi wisatawan demostik maupun mancanegara. Karena Surabaya tidak memiliki ikon produk UKM yang khas Surabaya, sehingga tidak mampu menarik minat masyarakat luar untuk berbelanja produk UKM di Surabaya.

"Kita yakin dan insyaAllah Pak Machfud bisa mengembangkan UKM di Surabaya sehingga kita tidak kalah dengan daerah lain dan negara lain seperti Thailand yang bangga dengan UKM dan bangga dengan pasar-pasarnya. Kita Surabaya harus bangga dengan produk kita sendiri," terangnya.

Keluhan tersebut dijawab langsung oleh Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin. Dia mengaku sangat prihatin terhadap nasib UMKM di masa Pandemi Covid-19 ini.

"Sungguh prihatin sejak April lalu, semua pelaku usaha khususnya UMKM merasakan dampaknya. Mudah-mudahan sekarang mulai bangkit lagi," ungkap Machfud Arifin.

Machfud Arifin melanjutkan, mengingat kondisi pandemi ini mulai berangsur pulih dengan tingkat kesembuhan terus meningkat dan orang tidak panik lagi.

"Sekarang tinggal bagaimana ekonomi kembali normal. Kita harus melakukan pembinaan lagi, membangkitkan semangat UMKM lagi," terang Machfud Arifin.

Arek asli Ketintang, Surabaya ini menambahkan bahwa dirinya telah menyiapkan program pemberian stimulus Rp 50 miliar per tahunnya untuk membantu pengembangan UMKM di Surabaya.

"Stimulus itu untuk permodalan, pelatihan dan juga pemasaranya. Dan kita juga akan bekerjasama dengan UMKM yang sudah sukses serta akan menghubungkan UMKM dengan industri dan BUMD," terangnya.

Pasangan Calon Machfud Arifin-Mujiaman jika nantinya dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Surabaya juga akan mengembangkan kawasan UMKM yang tematik, seperi Blauran, Praban dan Kayun.

"Sehingga dapat mempermudah konsumen mencari produknya. Kalau cari sepatu ke Praban, tempat orang jual bungan di Kayun dan orang penjual piala di Jalan Embong Malang. Itu yang kita kembangkan," tandasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti mengakui pada masa pandemi ini Pemkot Surabaya kurang memperhatikan nasib dari UMKM.

"Selama ini memang tidak bantuan dari APBD terkait bantuan untuk UMKM khususnya di masa pandemi ini. Selama ini cuma ada dari pemerintah pusat dengan program bantuan Rp 2,4 juta per UMKM. Namun dana itu terbatas. Dan seharusnya disaat seperti ini pemerintah kota itu hadir," terangnya.

Dengan program-program Machfud Arifin-Mujiamam ini, Reni berkeyakinan mampu membawa UMKM di Surabaya ini bisa naik kelas.

"Pak Machfud Arifin memahami betul kebutuhan UMKM. Memberikan kepercayaan bahwa ketika Pak Machfud jadi wali kota, UMKM Surabaya bisa naik kelas dan lebih berkembang," terangnya.

"Machfud Arifin tidak hanya memberikan pendampingan manajemen saja, tapi juga permodalan hingga pemasaran produk. Ini lebih terbuka ketika pemkot di bahwa Pak Machfud Arifin bisa sinergi dengan BUMN dan perusahaan swasta," tandasnya.

 

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow4@gmail.com

Newsletter