Pixel Code jatimnow.com

Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta Api di Stasiun Wonokromo

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Erwin Yohanes
Petugas mengevakuasi jasad Mr X di TKP. (Foto: Istimewa)
Petugas mengevakuasi jasad Mr X di TKP. (Foto: Istimewa)

jatimnow.com -  Pria tanpa identitas tewas di Jalur 1 Stasiun Kereta Api Wonokromo Surabaya. Pria nahas itu tewas setelah tertabrak kereta api Jayakarta Premium jurusan Jakarta-Surabaya Gubeng.

Peristiwa itu terjadi Minggu (27/5/2018) sekitar pukul 03.45 WIB. Cerita bermula saat Suyitno petugas jaga stasiun melihat seorang pria berjalan di jalur 1 rel stasiun tersebut. Suyitno sontak teriak keras, mengingat kereta api Jayakarta sudah semakin mendekat.

Suyitno berteriak keras hingga membunyikan peluitnya, lantaran pria tadi membelakangi kereta api yang berjalan searah. Meski sempat turun dari jalur rel, tubuh pria tak dikenal tadi akhirnya tertabrak. Tak ayal, pria tanpa identitas itu akhirnya tewas di lokasi kejadian.

"Kami sudah mencari identitas korban. Tapi tidak ada satupun petunjuk identitas," kata Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Antara.

Untuk mengungkap identitas korban, Unit Laka bahkan mendatangkan Tim Inafis Polrestabes Surabaya. Namun hingga Minggu siang, identitas korban belum terungkap. Ada dugaan bahwa korban merupakan pria bertempat tinggal tidak tetap.

Baca juga:
Ayla Hantam Pikap di Jalur Wisata Bromo Probolinggo, 3 Pemuda Nyaris Dihajar Warga

Selain itu, petugas juga tengah meminta keterangan sejumlah saksi di TKP maupun warga sekitar, untuk mengumpulkan data guna mengungkap identitas korban tersebut.

"Jenazah korban sudah disimpan di Kamar Mayat RSU dr Soetomo untuk proses lebih lanjut," ungkap Antara.

Reporter: Narendra Bakrie

Baca juga:
Oleng ke Tengah Jalan, Pesepeda di Tulungagung Tewas Tertabrak Motor

Editor: Erwin Yohanes

 

Foto: Menjaga Nyala yang Tak Pernah Padam
Photo Talk

Foto: Menjaga Nyala yang Tak Pernah Padam

Di dapur sederhana itulah nyala api biru menjadi bagian penting dari kehidupan Ernawati. Kompor menyala sejak pagi untuk memasak berbagai kudapan yang dijual di warung depan rumah.