Pilwali Surabaya 2020

Kader PDIP ini Pasang Gambar 02 Jejer Whisnu di Ambulans Miliknya

Editor: Redaksi / Reporter: Sandhi Nurhartanto

Mobil Ambulas bergambar Machfud Arifin berdampingan dengan Whisnu Sakti Buana

jatimnow.com - Kader PDIP Surabaya, Anugrah Ariyadi menyebut pemasangan gambar pasangan calon (paslon) Machfud Arifin-Mujiaman nomor urut 02 di mobil ambulans berdampingan dengan gambar Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana yang juga mantan Ketua DPC PDIP Surabaya itu merupakan inisiatif dirinya sendiri.

"Ambulans ini adalah aset pribadi saya sendiri. Dulu awal ceritanya ambulans ini gambarnya saya sendiri untuk pencalegan saya sejak jadi DPRD itu," kata Anugrah, Rabu (2/12/2020).

"Nah kalau saya sekarang mendukung 02, ya kenapa saya tidak boleh memasang gambar 02 di dalam ambulans saya itu. Dan ini semua atas inisiatif saya pribadi. Tidak ada instruksi dari Mas Whisnu gambar 02 bergandengan dengan gambar Mas Whisnu," imbuh mantan anggota DPRD Surabaya dari fraksi PDIP ini.

Ia menjelaskan jika itu semua dilakukan atas inisiatif sendiri dan bukan atas permintaan seseorang.

"Sekali lagi penempelan itu atas inisiatif saya sendiri. Saya tempelkan banner 02 yang kebetulan berjejer dengan gambarnya Mas Whisnu di ambulans saya. Jadi tidak ada keterlibatan sama sekali Mas Whisnu dalam pemasangan itu. Sepenuhnya adalah inisiatif saya sendiri dan sepenuhnya adalah tanggung jawab saya sendiri karena ini adalah aset pribadi," terang dia.

Ia menceritakan, karena di Pileg 2019 dirinya tidak lagi mencalonkan diri menjadi calon legislatif dan Whisnu Sakti Buana ingin menjadi wali kota Surabaya maka dirinya menambahkan gambar putra Pak Soetjipto itu.

"Saya gak nyaleg dan Mas Whisnu kemudian mencalonkan sebagai wali kota, saya ganti gambar dengan Mas Whisnu Sakti Buana. Karena saya mendukung Mas Whisnu Sakti untuk perebutan rekomendasi DPP itu. Nah karena Mas Whisnu Sakti Buana tidak mendapat rekom, maka gambar itu tidak saya rubah tetap gambar Mas Whisnu," ujar dia.

Sebelumnya, calon wakil wali kota yang diusung PDIP, Armudji pernah datang ke rumahnya untuk meminta dukungan suara.

"Kemudian Armudji kan sempat datang ke rumah saya minta dukungan suara dan berjanji merombak Posko Whisnu Sakti Buana yang ada di rumah saya termasuk ambulans bergambar Whisnu Sakti Buana yang milik saya itu. Tetapi faktanya kan Armudji tidak melaksanakan itu. Sehingga bagi saya karena itu merupakan aset pribadi saya, saya bebas-bebas saja mau tak kasih gambarnya siapa. Kebetulan kan sekarang gambarnya Whisnu Sakti Buana," ujar dia.

Kader PDIP yang diusulkan dipecata karena tidak mendukung Eri-Armudji (ErJi)  mengaku ambulans itu telah dibelinya sejak 2015 lalu untuk kepentingan warga Surabaya.

Saya nyicil dua tahun sejak jadi anggota DPRD Surabaya. Status ambulans ini adalah tanpa tarif untuk warga Surabaya alias free. Kalau kemudian warga Surabaya menggunakan itu dan welas asih kepada sopirnya dengan memberikan uang rokok, ya monggo-monggo saja," katanya.

"Tidak memberikan uang rokok ya tidak mengapa karena akadnya saya ndak pungut biaya alias tanpa tarif. Kecuali kalau digunakan di luar kota, nah baru selalu saya sampaikan kepada para penggunanya agar bensinnya di isi pulang pergi. Kalau kemudian masuk tol ya tolong biaya tolnya dibayar sendiri. Kemudian kalau sudah selesai menuju pulang Surabaya, supirnya disalami karena pamit kepada anak istrinya untuk bekerja. Berapa ya terserah seikhlasnya, semampunya," tandasnya.

 

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow4@gmail.com

Newsletter