Ipong Tak Hadiri Debat Ketiga Pilkada Ponorogo 2020, Ini Penjelasannya

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Mita Kusuma

Debat Publik ke-3 Pilkada Ponorogo 2020

jatimnow.com - Calon Bupati Nomor Urut 2, Ipong Muchlissoni tidak bisa hadir dalam Debat Publik ke-3 Pilkada Ponorogo yang digelar KPU di Gedung Sasana Praja, Jumat (4/12/2020) sore.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo, Munajat menjelaskan, Ipong memang tidak hadir dalam debat lantaran sedang sakit. Debat ke-3 ini digelar pukul 15.00 hingga 17.00 Wib.

"Mengirimkan surat pukul 10.00 Wib. Dalam surat itu Pak Ipong memang sakit. Ada surat dokternya juga," ujar Munajat saat menggelar jumpa pers.

Hal senada disampaikan oleh calon wakil bupati pendamping Ipong, Bambang Tri Wahono. Dia menyampaikan bahwa Ipong memang sedang sakit.

"Pak ipong sakit. Surat dokter diserahkan ke KPU. Tadi sendiri tidak masalah juga," ujar Bambang.

Bambang berharap, dalam debat publik ke-3 ini program paslon nomor urut 2 bisa diterima masyarakat.

"Harapan kami masyarakat bisa menerima dan kami sangat bahagia kelihatannya masyarakat Ponorogo bisa menerima dan mendambakan untuk Ipong, Bambang sukses," ungkapnya.

Di sisi lain, Calon Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengaku jika debat tanpa kehadiran Ipong Muchlissoni antara tega dan tidak tega.

"Ya setengah tega dan tidak tega. Pak Bambang yang debat," terangnya.

Pantauan jatimnow.com di Channel YouTube KPU Ponorogo, dalam kesempatan debat kali ini Bambang Tri Wahono tampil percaya diri. Bahkan Sugiri Sancoko menyampaikan pujiannya kepada Bambang, yang dianggap sebagai sosok pemimpin yang memahami pemerintahan karena sudah lama berpengalaman berada di pemerintahan.

"Beliau sudah bagian dari lima tahun pemerintahan, bahkan jauh sebelum Pak Ipong menjadi bupati. Pak Bambang sudah menjadi DPPKAD di zamannya Pak Amin dan zamannya yang lain-lain. Tentu Pak Bambang sudah sangat memahami itu," tutur Sugiri.

Bambang juga menjelaskan terkait berbagai macam program yang diusungnya bersama Ipong, yang disebutnya sebagai program yang telah menyesuaikan dengan kondisi saat ini, mengukur kemampuan sumber daya manusia dan alokasi anggaran, serta realistis untuk diwujudkan.

Misalnya program bantuan alokasi yang ditujukan kepada segmentasi perempuan khususnya ibu rumah tangga, melalui program bantuan dana sebesar Rp 1 hingga 3 juta rupiah per kelompok dasawisma per tahun serta program bantuan operasional kepada seluruh RT sebesar Rp 2 hingga 5 juta per tahun.

"Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan keberhasilan tata kelola pemerintahan yang sudah ada. Misalnya keberhasilan prestasi meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berturut-turut selama masa kepemimpinan Bupati Ipong Muchlissoni," pungkas Bambang.

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow4@gmail.com

Newsletter