Sebaran Kotak Amal di Kota Malang untuk Dana Teroris Juga Diusut

Ilustrasi

jatimnow.com - Sebaran kotak amal di Kota Malang yang diduga dijadikan alat pengumpulan dana untuk kelompok teroris juga mulai ditelusuri. Polresta Malang Kota bahkan sudah membentuk tim khusus.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menyebut, dari data Mabes Polri, diduga ada sekitar 2.500 kotak amal milik sebuah yayasan yang menjadi sarana mengumpulkan uang untuk menopang aktivitas kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Sebaran kotak amal itu terungkap usai Tim Densus 88 Mabes Polri menangkap salah satu anggota Jamaah Islamiyah (JI) berinisial FS alias Acil dan anggota JI lainnya.

"Kita langsung bentuk tim yang bertugas di lapangan untuk melakukan kroscek dan mencari kotak amal yang digunakan JI menggalang dana," jelas Leo, Jumat (18/12/2020).

Baca juga:  Polisi Usut Sebaran Kotak Amal di Surabaya untuk Dana Teroris

Dalam penelusurannya, Polresta Malang Kota TNI dan Satpol PP setempat.

"Kami juga mengimbau pada setiap orang yang menaruh kotak amal. Biasanya ada di minimarket, toko-toko atau warung makan, tanyakan dulu milik siapa kotak amal tersebut, di mana lokasinya dan siapa penanggungjawabnya," tegas Leo.

Mabes Polri sebelumnya menyebut ada sekitar 20 ribu lebih kotak amal milik sebuah yayasan yang diduga sebagai sumber pendanaan kelompok JI. Jumlah yang tersebar di sejumlah wilayah di Tanah Air. Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan Acil.

Loading...

Selain di beberapa provinsi, di Jawa Timur sendiri diduga ada 800 kotak amal di Surabaya, 2.000 di Magetan dan 2.500 di Malang. Kelompok JI memotong uang yang terkumpul di kotak amal sebelum diaudit atau diserahkan ke lembaga resmi.

Berita Terkait