Pixel Code jatimnow.com

Gagalkan Tawuran Antar Geng di Surabaya, Polisi Amankan 6 Remaja

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Zain Ahmad
Enam remaja anggota geng yang hendak tawuran diamankan Unit Jatanras Polrestabes Surabaya
Enam remaja anggota geng yang hendak tawuran diamankan Unit Jatanras Polrestabes Surabaya

jatimnow.com - Diduga hendak tawuran di depan SPBU Jalan Ngaglik, Tambaksari, Surabaya, 6 pemuda dari duga geng diamankan Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Dari 6 pemuda itu, 4 di antaranya masih di bawah umur. Kini mereka diperiksa intensif di Mapolrestabes Surabaya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 Wib, Selasa (19/1/2021). Awalnya, tim melakukan patroli siber di media sosial (medsos) Instagram dan metemukan kelompok remaja yang ditengarai hendak tawuran.

Dari patroli siber itu, Unit Jatanras yang dipimpin Kanit Iptu Agung Kurnia Putra langsung menuju ke lokasi untuk membubarkan kelompok remaja itu.

Namun saat polisi tim ini datang, kelompok remaja itu langsung semburat kabur. Bahkan motor mereka ditinggal di lokasi bersama sejumlah sentaja tajam yang diduga hendak dipakai tawuran.

"Jadi sebelumnya kita cek Instagram milik mereka, ternyata mereka mau melakukan tawuran. Daripada nantinya ada korban kita bubarkan," terang Alumni Akpol Tahun 2003 ini.

Sementara dari hasil identifikasi, Oki menyebut bahwa para remaja yang diamankan merupakan bagian dari dua kelompok yang selama ini sering membuat kegaduhan di Kota Surabaya, yakni Geng Jawara dan All Star.

Baca juga:
Beredar Video Baku Hantam Gerombolan Pemuda Diduga Geng Motor di Kota Batu

Setelah diamankan di Mapolrestabes Surabaya, orang tua mereka dipanggil dan dilakukan pembinaan.

"Kita lakukan pembinaan. Kita panggil orang tua masing-masing. Kita beri nasehat juga. Di depan orang tua, kita kasih pembinaan dan membuat surat pernyataan kemudian kita pulangkan," tambah Iptu Agung Kurnia.

Terkait senjata tajam jenis celurit yang disita, Agung mengatakan jika barang bukti tersebut bukan milik enam remaja yang diamankan. Melainkan milik para remaja yang kabur saat dibubarkan polisi.

Baca juga:
Tawuran Antar Geng di Surabaya Kembali Pecah, Seorang Remaja Dibacok

"Terkait sajamnya (senjata tajam) itu bukan milik mereka. Itu milik orang lain pada waktu kita bubarkan," jelas Alumni Akpol Tahun 2013 ini.

Agung menegaskan akan terus melakukan pemantuan di media sosial milik dua kelompok remaja tersebut, yang menjadi sarana mereka untuk berinteraksi.

"Akan kita ambil data mereka. Kita pantau terus," pungkasnya.