jatimnow.com
Pasar Legi Ponorogo Diresmikan Bupati Ipong, Ini Sederet Fasilitasnya

jatimnow.com - Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni meresmikan Pasar Legi yang selesai dibangun setelah sebelumnya hangus terbakar pada Tahun 2017 lalu.

Pasar rakyat Bumi Reog ini terdiri dari 4 lantai terdiri dari 1400 kios, 1000 los dan 500 serbaguna. Pasar itu mampu menampung 2.900 hingga 3.500 pedagang. Selain dilengkapi berbagi fasilitas seperti lift maupun ekskalator, pasar itu juga dilengkapi masjid yang dapat menampung sekitar 600 jamaah.

Pasar Legi ini akan menampung pedagang dari 3 pasar sekaligus. Selain dari Pasar Legi, para pedagang dari Pasar Stasiun dan juga Pasar eks Pengadilan akan berjualan di sini.

"Dengan diresmikannya Pasar Legi ini, maka bisa segera dioperasionalkan," ujar Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Selasa (9/2/2021).

Menurut Ipong, kehadiran Pasar Legi ini diharapkan menjadi bagian untuk melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional. Ipong menyebut jika Pasar Legi ini bukan hanya menguntungkan warga Ponorogo saja.

"Artinya kalau ada yang mengatakan kalau peresmian ini dipercepat itu tidak begitu. Peresmiannya normal, yang dipercepat proses pembangunannya," terangnya.

Dengan pasar yang berkonsep ruang terbuka hijau ini, diharapkan para pedagang bisa menjaga kebersihan dan ketertiban. Menurutnya, pasar bagus akan percuma kalau tidak dijaga kebersihannya karena dapat kumuh.

Pihak Pemkab Ponorogo menerapkan zonasi dalam menerapkan pasar sehingga ada pembeda dagangan di masing-masing lantai.

Sementara itu, Direktur Prasarana Strategis Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto mengatakan bahwa zonasi salah satu upaya untuk memitigasi kejadian kebakaran.

"Jadi daerah yang punya resiko kebakaran tinggi punya proteksi khusus," katanya.

Selain itu, ada kelengkapan sistem proteksi aktif dan pasif. Jadi proteksi pasif dari identifikasi dini seperti alarm kebakaran. Pasar Legi juga dilengkapi hydrant di tiap lantai.

"Jumlah hydrant, kapasitasnya di tiap lantai ada. Jumlah terkait dengan ukuran," paparnya.

Menurutnya, Pasar Legi Ponorogo bisa disebut pasar energi karena mengupayakan cahaya matahari pada siang hari dan itu dapat mengurangi penggunaan lampu.

Loading...

"Untuk sistem pengkondisi udara khusus, kita menggunakan sirkulasi yang ada. Beberapa titik kita buka, cross ventilasi kita atur, pengaturan ruangan, ketinggian. Penggunaan air juga demikian ada upaya seperti itu. Ada CCTV juga sebanyak 84," terang dia.

Hingga 1 Maret nanti, akan ada serah kelola sementara dari Adhi Persada kepada PU yang akan diserahkan ke Pemkab Ponorogo.

"Dengan kata lain pedagang baru bisa boyongan pada tanggal 1 Maret 2021 nanti," pungkasnya. (Adv)

Berita Terkait