Harapan Orangtua Anak Tuna Rungu di Saat Pandemi Covid-19

Tangkapan layar masker bagi tuna rungu dan wicara yang beredar

jatimnow.com - Mengenakan masker bagi penyandang tuna rungu dan wicara tetap diperhatikan di masa Pandemi Covid-19.

Sayangnya, tidak banyak masker 'khusus' yang dapat digunakan untuk komunikasi bagi tuna rungu dan wicara itu.

Salah satu guru SDN Ngagel Rejo III Surabaya, Dyah Mutiara yang juga sebagai pengajar murid inklusi mengatakan agar masker khusus itu sebaiknya transparan agar dapat kelihatan saat berbicara.

"Sebaiknya masker yang transparan bagi tuna rungu dan wicara. Karena kalau hanya sekedar sebagai partisipasi peduli para tuna rungu wicara nggak masalah. Namun jika dipakaikan ke mereka ya kasihan, pasti mereka tetap terkendala dalam komunikasinya," katanya kepada jatimnow.com, Rabu (10/2/2021).

Menurutnya, dengan masker khusus transparan dan tidak hanya berlogo telinga dengan alat bantu dengar itu tidak akan membantu.

"Seharusnya saat produksi masker ini harus disurvei dulu tentang siapa yang akan memakainya. Karena mereka (tuna rungu dan wicara red) itu biasanya membaca gerak bibir lawan bicaranya dalam berkomunikasi selain menggunakan bahasa isyarat yang saat ini banyak digunakan para penyandang tuna rungu wicara," ujar Dyah yang juga mempunyai anak tuna rungu dan wicara itu.

"Pengecualian pada mereka yang sudah menggunakan alat bantu dengar (abd) dengan tingkat gangguan pendengaran yang rendah," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat Pandemi Covid-19 ini, dirinya mengajarkan pelajaran sekolah kepada anak didiknya melalui aplikasi Zoom.

"Kalau masker yang hanya berloga maka lawan bicara atau murid tidak akan tahu. Tetapi kalau transparan, maka bisa kelihatan saat bicara," tandasnya.

Sebelumnya beredar pesan terkait adanya logo khusus bagi tunarungu yang digunakan di masker.

Loading...

"Mohon menyebar luaskan logo di masker ini. Logo ini menandakan pemakainya tuna rungu, atau mempergunakan alat dengar. Karena pandemi covid-19 prokes mempergunakan masker, maka kaum tuna rungu ini tidak dapat membaca gerak bibir kita, sehingga jangan sampai ada salah komunikasi. Tidak ada gunanya masker dengan logo ini diproduksi, kalau masih banyak yang tidak mengerti. Saudara2 kita kaum Tuna rungu akan terbantukan dengan sosialisasi ini. Terima kasih atas pengertian dan kerjasamanya. Tetap bersih sehat dan bahagia, Aamiin," tulis pesan berantai itu.

 

Berita Terkait