jatimnow.com

Pemuda asal Gresik yang Dilaporkan Hilang itu Ditemukan di Banyuwangi

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Sahlul Fahmi
Nabhani Yusuf, pemuda yang dilaporkan hilang dimintai keterangan di Mapolsek Manyar, Gresik 🔍
Nabhani Yusuf, pemuda yang dilaporkan hilang dimintai keterangan di Mapolsek Manyar, Gresik

jatimnow.com - Nabhani Yusuf (27) pemuda asal Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik yang sebelumnya dilaporkan hilang misterius di bekas tambang akhirnya ditemukan di Banyuwangi.

Kapolsek Manyar, Iptu Bima Sakti Pria Laksana menyebut, Nabhani bukan hilang, melainkan sengaja pergi ke Banyuwangi karena sedang memiliki masalah dengan organisasi di desanya.

Bima menyebut, anggotanya beserta keluarga menjemput Nabhani yang diamankan di Mapolresta Banyuwangi. Sebelum ditemukan di Banyuwangi, Nabhani yang berangkat dari Gresik menggunakan kendaraan umum sempat mampir ke Malang.

"Begitu ada masalah dengan organisasi di desanya, Nabhani tertekan. Karena panik dia lalu meninggalkan motor beserta kunci dan helmnya di semaksemak di area bekas tambang. Kejadian ini spontan dan tidak direncanakan karena dia sudah tidak bisa berpikir panjang," ujar Bima, Kamis (4/3/2021).

Loading...

Baca juga:  Seorang Pemuda asal Gresik Dilaporkan Hilang di Bekas Tambang

Bima menyebut, begitu ada laporan, timnya langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa 10 saksi yang terdiri dari keluarga, teman Nabhani serta orang-orang yang berada di lokasi ditemukannya motor milik Nabhani.

"Setelah melakukan penyelidikan, kami mendapatkan informasi jika Nabhani sedang berada di Banyuwangi. Kemudian kami langsung berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi untuk mengamankan Nabhani," tambahnya.

Setelah berhasil diamankan, Nahbani lalu dibawa ke Polsek Manyar untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Nahbani juga telah menjalani test kesehatan, tes swab dan tes urine. Dari serangkain tes yang dijalaninya itu, Nahbani dinyatakan dalam kondisi sehat.

"Hasil tes kesehatannya bagus, tes swab dan tes urine juga negatif dari Covid-19 ataupun narkoba. Dia juga tidak ada gangguan psikologis, sebab sosialisasinya juga bagus, karena dia salah satu pengurus karang taruna di desanya," papar Bima.

Akan tetapi, Bima menyebut secara mental Nahbani ini labil. Dari rekam jejak yang ada, Nahbani sebelumnya juga sudah pernah melakukan aksi yang sama.

Pertama saat dia bekerja di perusahaan kapal, dia pernah menghilang saat dirinya ada masalah. Kemudian dia juga pernah ada masalah dengan percetakan dan menghilang. Tapi saat itu dia masih menghubungi keluarganya. Sedangkan dalam kasus ini, dia tidak memberitahu keluarganya sama sekali.

"Laporan yang dibuat keluarganya ini bukan laporan palsu. Sebab mereka mengira kali ini Nahbani benar-benar hilang. Apalagi kejadian ini viral di media sosial sehingga muncul kabar simpang siur yang tidak jelas kebenarannya," papar Alumni AKPOL Tahun 2013 ini.

Bima berpesan agar Nahbani bisa belajar dari kasus ini, agar tidak kembali terjadi di kemudian hari. Sedang untuk warganet, Bima mengimbau agar bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Jika informasi tersebut tidak jelas, maka ada baiknya untuk tidak disebarkan ke publik.

"Untuk Nahbani saya berpesan jangan mudah berputus asa. Sebab tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Sedang untuk netizen kalau mendapat kabar yang belum jelas lebih baik dikonfirmasikan dulu kebenarannya agar tidak menimbulkan hoaks," pungkas Bima.

Sementara itu, Nahbani mengaku jika akar permasalahan karena dirinya selaku salah satu pengurus organisasi di desanya tidak bisa menyelesaiakan tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Karena itulah dirinya merasa bersalah dan terbeban.

"Saya tidak bisa menyelesaikan tugas, jadi saya stres. Tapi saya sangat menyesal dengan perbuatan saya ini. Saya akan berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik," ungkap Nahbani.