jatimnow.com
Melihat dari Dekat Pengabdian Mahasiswa UK Petra Surabaya di Masyarakat

Salah satu kegiatan para mahasiswa UK Petra Surabaya dalam pengabdian di masyarakat

jatimnow.com - Community Outreach Program (COP) yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya sudah resmi dibuka secara daring Februari 2021.

122 peserta dari berbagai program studi di UK Petra Surabaya itu mulai menjalankan aksi nyata program-programnya.

Seperti yang dilakukan 20 mahasiswa UK Petra Surabaya dari berbagai prodi dengan ditemani Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Herri Christian Palit, yang tergabung di kelompok 1. Mereka bergotong royong melakukan proyek fisik dan nonfisik bersama warga RW I Kelurahan Margorejo, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Ketua Kelompok 1 COP 2021 UK Petra Surabaya, Rangga Wibawa mengatakan, program fisik yang dia kerjakan mulai Minggu (14/3/2021) itu meliputi perbaikan bangunan bank sampah, renovasi taman selfie (mural dinding, vertical garden) dan perbaikan taman mini.

Salah satu kegiatan para mahasiswa UK Petra Surabaya dalam pengabdian di masyarakatSalah satu kegiatan para mahasiswa UK Petra Surabaya dalam pengabdian di masyarakat

Rangga menyebut, program nonfisik yang mereka lakukan meliputi pengembangan UMKM masyarakat setempat dan penyuluhan kepada anak-anak mengenai Covid-19.

Menurutnya, di Margorejo RW 1 itu masih mengalami banyak kendala di bagian konstruksi bangunan dan banyak dinding yang sudah rusak, bahkan perlu direnovasi. Sehingga masalah ini berdampak pada kebersihan dan menyebabkan pencemaran bagi warga sekitar.

"Sejak 19 Februari 2021 yang lalu kami sudah mulai melakukan survei dan diskusi untuk menemukan problem solving terbaik agar dapat berdampak positif bagi masyarakat Kecamatan Wonocolo ke depannya," ungkap Rangga, Senin (15/3/2021).

Selain itu dalam praktiknya di lapangan, yang dilakukan 20 anggota kelompoknya dibagi menjadi tiga shift, karena masih dalam masa Pandemi.

"Rata-rata tiap shiftnya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Yang dimulai pukul 09.00 Wib dengan jeda istirahat. Untuk kali ini kami mengerjakan perbaikan bank sampah, menghias taman mini dan penyuluhan kepada anak-anak sekolah dasar (SD) mengenai Covid-19," tambah Rangga.

Rangga merinci, untuk perbaikan bank sampah, timnya melakukan perbaikan kerangka atap, mengganti pintu utama dari depan ke belakang, memberikan semen dan batu bata pada tembok yang berlubang hingga memberikan cat dasar pada tembok.

"Bank sampah di RT 3 dan 4 sudah tampak kusam. Dindingnya pun berlubang bahkan pintunya hendak kami ganti. Sebab sudah menganggu aktivitas para warga," sebutnya.

Salah satu kegiatan para mahasiswa UK Petra Surabaya dalam pengabdian di masyarakatSalah satu kegiatan para mahasiswa UK Petra Surabaya dalam pengabdian di masyarakat

Sebenarnya di RT 3 dan 4 Kelurahan Margorejo ini terkenal akan ketahanan pangannya. Namun tanamannya ada yang kurang rapi dan kurang indah, sehingga Kelompok 1 COP 2021 UK Petra Surabaya juga akan memperbaikinya sehingga menjadi taman mini yang indah dan teratur.

"Kami melakukan perbaikan taman mini ini karena kondisinya yang kurang rapi dan bersih ditambah pagarnya pun tampak kurang terawat. Semoga dengan ini akan menyadarkan para warganya akan pentingnya pengembangan daerah yang hijau," sambung dia.

Selain itu, dalam masa Pandemi Covid-19 saat ini, menerapkan physical distancing menjadi salah satu kunci agar penyebaran virus corona dapat ditekan.

Loading...

Akan tetapi pada kenyataannya, bagi anak-anak SD yang berada di RT 3 dan 4 Kelurahan Margorejo kurang memahami hal itu. Sehingga kelompok ini berinisiatif melakukan penyuluhan.

"Agar penyuluhan tidak membosankan kelompok ini membuat inovasi board game yang terdiri dari papan puzzle penyuluhan Covid-19 berukuran 40 x 25 cm, ular tangga penyuluhan Covid-19 dengan ukuran 40 x 40 cm," papar Rangga.

Juga dengan papan permainan TTS dengan ukuran 30 x 40 cm, papan permianan acak kata dengan ukuran 30 x 40 cm hingga lomba mewarnai.

"Penyuluhan ini diberikan pada 30 siswa SD yang dibagi menjadi tiga shift sehingga tiap shiftnya hanya terdapat 10 siswa SD saja," tandas Rangga.

Berita Terkait