jatimnow.com
Densus 88 Sergap Terduga Teroris di Pintu Tol Banyu Urip, Surabaya

Gerbang Tol Banyu Urip, Surabaya (Foto: Istimewa)

jatimnow.com - Seorang pria terduga teroris disergap Tim Densus 88 Antiteror Polri di Gerbang Tol Banyu Urip, Surabaya, Jumat (2/4/2021). Setelah mengamankan pria itu, Tim Burung Hantu langsung melakukan penggeledahan.

Informasi yang diperoleh jatimnow.com menyebut, pria itu disergap Tim Densus 88 sekitar pukul 07.30 Wib. Sementara rumah terduga yang digeledah berada di Simorejo Sari, Simomulyo, Sukomanunggal, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan operasi senyap yang dilakukan Tim Densus 88 di Surabaya tersebut.

"Benar, tadi pagi sekitar pukul 07.30 Wib," ujar Gatot saat dikonfirmasi jatimnow.com.

Namun Gatot masih belum menjelaskan detail identitas terduga dan jaringannya. Namun diduga, terduga teroris itu hendak bersembunyi ke luar kota.

"Nanti updatenya kita sampaikan lagi," jelas Alumni Akpol Tahun 1991 itu.

Rumah terduga teroris di Simorejo Sari, Simomulyo, Sukomanunggal, Surabaya yang digeledah Tim Densus 88Rumah terduga teroris di Simorejo Sari, Simomulyo, Sukomanunggal, Surabaya yang digeledah Tim Densus 88

Sementara Ketua RW 06, Simorejo Sari, Simomulyo, Suwadi mengaku bahwa dirinya diminta menjadi saksi pengeledahan di rumah terduga teroris berinisial St yang dilakukan Densus 88 dengan penjagaan ketat kepolisin setempat.

"Saya cuman diminta menyaksikan saja. Tadi ada dari Polsek Sukomanunggal, dari Polrestabes juga ada serta Densus 88," ungkap Suwadi.

Menurut Suwadi, pengeledahan berlangsung lebih dari satu jam. Dan selama pengeledahan, gang di kampung terduga dijaga ketat polisi. Katanya, penggeledahan selesai sekitar pukul 10.15 Wib.

Sedangkan Ketua RT setempat, Fauzi menambahkan bahwa dirinya bersama Ketua RW diminta menjadi saksi penyitaan barang bukti yang dilakukan Tim Densus 88.

Loading...

"Buku-buku identitas. Sama atribut, sama HP jadul. Atributnya kayak slayer hijau ada tulisan arab," ungkap Fauzi.

Menurut Fauzi, ada banyak buku yang disita dari rumah St. Semua barang bukti itu dikumpulkan menjadi lima kantong plastik.

Berita Terkait