Padi Hasil Wakaf Sawah Produktif di Kabupaten Mojokerto Dipanen

Editor: Sandhi Nurhartanto / Reporter: Achmad Supriyadi

jatimnow.com - Padi 500 hektar sawah yang menggunakan dana wakaf dari Global Wakaf-ACT, Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) dan Gema Petani di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dipanen.

Panen padi jenis HMS700 melalui pengelolaan Wakaf Sawah Produktif (WSP) itu dihadiri Ketua MUI Pusat KH Miftachul Akhyar, Presiden ACT Ibnu Khajar, Ketua Pembina YP3I KH Mahfudz Syaubari, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan, Kapolsek Kutorejo AKP Heri Susanto dan Kepala Dinas Pertanian, Teguh Gunarko.

Waktu pemeliharaan, petani juga diberi biaya dan akses mendapat pupuk sehingga kualitas padi terjaga serta hasil yang maksimal.

Gabah yang dipanen akan dibeli oleh ACT dengan harga terbaik untuk dibagikan bagi warga prasejahtera selama bulan ramadan lewat Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan (GSPR) atau aksi-aksi kemanusiaan lainnya.

Panen ini membuktikan jika wakaf bisa menjadi penggerak dalam menyejahterakan petani dan menjadi oase di waktu isu rencana impor beras yang bisa mengancam penyerapan hasil para petani.

"Kami sampaikan bahwa kita menghargai jerih payahnya kita menghargai hasilnya. Kita bertekad memperjuangkan kesejahteraan para petani. Niat dan semangat besar itu dimulai dari panen raya pertama di Jatim yang dibiayai wakaf," kata Presiden ACT, Ibnu Khajar, Sabtu (10/4/2021).

Ia menambahkan, gabah yang dipanen akan dibeli ACT dengan harga lebih dari pasaran karena melihat besarnya peran petani dalam produksi pangan.

"Kita beli selalu lebih tinggi Rp 200 dari pasar, supaya petani lihat bahwa kita menghargai jerih payahnya kita menghargai hasilnya karena pertanian adalah pondasi kehidupan di dunia ini. Jika harga pasar Rp 4500 kita beli dengan harga Rp 4700," ungkapnya.

Ketua Pembina YP3I KH Mahfudz Syaubari menjelaskan, panen merupakan hal yang ditunggu bagi petani dan suatu yang membahagiakan karena padi yang ditanam dapat bermanfaat bagi dirinya juga untuk kemaslahatan umat.

"Petani bahagia karena padi yang ditanam bisa dipanen serta berguna untuk menolong warga yang membutuhkan, kelaparan serta kemaslahatan umat," pungkasnya.

Perlu diketahui, sawah yang dipanen total sekitar 9 hektar dengan hasil 110 ton yang berada di Mojokerto, Pasuruan, Malang, Ponorogo, dan Sidoarjo dalam program Wakaf Sawah Produktif juga masuk masa panen.

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow4@gmail.com

Newsletter