Kapal Selam KRI Nanggala-504 Hilang Kontak di Perairan Bali

Editor: REPUBLIKA.co.id / Reporter: REPUBLIKA.co.id

Seorang anggota TNI melakukan fast rope di atas kapal selam KRI Nanggala-402 saat peringatan HUT ke-69 TNI yang digelar di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya (Foto: Dok. Antara via Republika)

jatimnow.com - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispen TNI AL), Laksamana Pertama Julius Widjojono menyatakan, titik koordinat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala-402 yang hilang kontak di Perairan Bali sudah diketahui.

"Masih dicari, tapi titik koordinat hilangnya kapal tersebut sudah ditemukan, sekitar 95 kilometer sebelah Utara dari Pulau Bali," ujar Julius saat dihubungi wartawan, Rabu (21/4/2021).

Julius menerangkan, saat ini ada dua kapal selam lain yang sedang dalam perjalanan menuju titik koordinat tersebut untuk melakukan pencarian. Dia mengungkapkan, ada 53 orang yang berada di dalam kapal tersebut.

"Dua kapal selam dalam perjalanan menuju titik lokasi untuk melakukan pencarian. Ada 53 orang di dalam kapal (KRI Nanggala-402)," jelas dia.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, pihaknya masih dalam proses pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali. Dia mengerahkan seluruh kapal yang mempunyai kemampuan pencarian bawah air.

"Masih dalam pencarian di perairan Bali, 60 mile dari Bali," ungkap Hadi kepada Republika lewat pesan singkat, Rabu (21/4/2021).

Hadi menjelaskan, kapal selam tua buatan Howaldt Deutsche Werke (HDW), Kiel, Jerman Barat itu hilang kontak di 60 mil dari Bali ke arah Utara. Pencarian akan terus dilakukan dengan mengerahkan semua kapal milik TNI yang mempunyai kemampuan pencarian bawah air.

"Seluruh kapal yang punya kemampuan pencarian bawah air. Besok pagi saya ke sasaran," ungkap Hadi.

Kapal selam milik TNI Angkatan Laut (AL) dikabarkan hilang kontak di perairan Bali bagian Utara. Kapal selam yang tengah mengikuti latihan torpedo itu disebut gagal menyampaikan hasil latihan seperti yang diharapkan.

"Kapal selam itu mengambil bagian dalam latihan penembakan rudal di perairan Bali Utara tetapi gagal menyampaikan hasil latihan seperti yang diharapkan," tulis Reuters dengan mengambil narasumber Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Julius Widjojono.

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow4@gmail.com

Newsletter