Mengenal Lod, Kota di Yerusalem yang Selalu Diperebutkan

Editor: REPUBLIKA.co.id / Reporter: REPUBLIKA.co.id

Bendera Palestina (Foto: AP/Vahid Salemi via Republika)

jatimnow.com - Ratusan warga Palestina di Kota Lod membuat pemakaman seorang pria berusia 25 tahun pada 11 Mei lalu.

Pria itu telah menjadi sasaran pembunuhan oleh seorang pemukim Israel. Kemudian demonstrasi dan bentrokan pun terjadi antara warga Palestina dengan pasukan Israel.

Bentrokan tersebut membuat pasukan Israel mengumumkan keadaan darurat di kota itu untuk pertama kalinya sejak 1966.

Demonstrasi telah dimulai di kota Lod dan kota-kota lainnya untuk mendukung rakyat Palestina di Yerusalem setelah isu pengusiran warga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Syekh Jarrah.

Protes semakin berkobar setelah pemuda itu dibunuh oleh seorang pemukim Israel, dan pemerintah mengumumkan keadaan darurat, setelah polisi Israel kehilangan kendali atas apa yang terjadi di kota itu.

Hal ini menyebabkan pemerintah Israel mengevakuasi beberapa warga Israel dari rumah mereka pada malam hari, Selasa, 11 Mei.

Kota Lod terletak 38 km barat laut Yerusalem, 16 km tenggara Jaffa dan hanya 5 km timur laut Ramle. Karena kedekatannya dengan Ramla, maka selalu dikenal terhubung satu sama lain, "Lod dan Ramleh."

Kota Lod tersebut di masa lalu mengendalikan jalur kereta api Jaffa-Yerusalem, serta jalan utama menuju Yerusalem dari sisi tengah. Perekonomian kota bergerak melalui pertanian dan perdagangan.

Lod merupakan kota agraris dan terletak di dalam lahan pertanian yang subur, dan sifat keberadaan pertanian telah mempengaruhi proses perdagangan, selain letaknya yang sentral di sebelah barat Yerusalem.

Saat ini, kota Lod dihuni oleh orang Yahudi bersama orang Arab. Setelah kota Lod jatuh ke tangan pasukan Israel pada 1948, banyak penduduk Palestina yang mengungsi. Dengan demikian, orang Arab menjadi hanya sekitar seperempat dari populasi Lod, dan menurut sensus 2011, populasinya mencapai 70 ribu.

Kota Lod adalah salah satu kota kuno Palestina. Banyak negara dan peradaban telah berhasil dalam pemerintahannya. Tidak hanya mengingat letak geografisnya, yang menjadikannya sebagai titik temu jalan-jalan utama di wilayah tersebut, tetapi juga karena lokasinya, dan menjadi pintu masuk barat laut ke kota Yerusalem.

Pada era Thutmose III, Lod disebut "Retun", sedangkan di era Romawi disebut "Diospolis". Setelah penaklukan Islam, Lod adalah ibu kota Jund Palestina, dan di era Umayyah, Suleiman bin Abdul-Malik mengambil kota Lod sebagai kota ibukota negaranya.

Kota Lod ada di bawah pendudukan Tentara Salib selama 167 tahun. Meski Salahudin Al-Ayyubi membebaskan Yerusalem dalam Pertempuran Hattin yang terkenal pada tahun 1187, kota Lod tetap di bawah kendali Tentara Salib, sampai Zahir Baybars membebaskannya dalam salah satu kampanyenya yang kuat melawan Syam pada 1267.

Sejak saat itu, kota Lod kembali ke sifat Arab-Islamnya, dan tetap demikian sampai 1917. Lalu di bawah peristiwa Perang Dunia I, tentara Ottoman menarik diri dari kota itu pada tahun 1917, dan masuk di bawah mandat Inggris, bersama dengan sisa Palestina.

Pada tahun 1948, kota Lod jatuh di bawah kendali Israel. Kota itu menyaksikan gelombang besar di mana penduduk Arab terpaksa keluar dari sana. Alhasil, kini kota itu dimukim oleh sebagian besar orang Yahudi dan mereka menjadi mayoritas di kota itu.

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow4@gmail.com

Newsletter