jatimnow.com
Bupati Sugiri Sancoko Targetkan Program Ponorogo Zero Pasung Tuntas Juni 2021

Bupati Sugiri Sancoko (kanan) saat turun langsung ke lapangan untuk sukseskan program Ponorogo Zero Pasung

jatimnow.com - Kabupaten Ponorogo menuju zero pasung pada Tahun 2021. Program tersebut masuk dalam program 99 hari Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Kang Giri-sapaan akrab Bupati Sugiri Sancoko juga mulai keliling membebaskan satu per satu warga Bumi Reog yang dipasung. Seperti terlihat di Desa Ngumpul, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Kang Giri melepaskan pasung Edi Rohmat (38), warga setempat.

Tampak Kang Giri menunduk ke bawah, kemudian mengambil kunci gembok yang sejak 2014 membelenggu Edi. Wajah Edi pun sumringah, begitu pula dengan orangtuanya.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

"Ini dalam rangka Ponorogo zero pasung. Kami tidak ingin ada orang dipasung di Ponorogo," tutur Kang Giri, Jumat (28/5/2021).

Kang Giri berharap, pada Juni 2021 nanti, program zero pasung bisa tuntas. Sehingga tidak ada lagi pemasungan di Bumi Reog.

"Tersisa 15 orang yang masih dipasung. Itu PR (pekerjaan rumah) bersama, baik itu Dinas Kesehatan atau kami sebagai bupati," tambahnya.

Bupati Sugiri Sancoko saat melepas pasung salah satu warga dalam program Ponorogo Zero PasungBupati Sugiri Sancoko saat melepas pasung salah satu warga dalam program Ponorogo Zero Pasung

Kang Giri berharap warga mendukung program zero pasung ini. Dia juga mengimbau pada masyarakat barang kali ada yang masih dipasung belum terdata dan terlapor di kecamatan atau di desa, untuk segara lapor.

"Akan kami obati, sembuhkan dan dikembalikan ke masyarakat. Jika masyarakat masih ragu, maka kami openi (rawat), hidupi, muliakan selamanya. Negara hadir di situasi ini. Dimulai tanggungjawab itu masyarakat ikut berpartisipasi, jangan dicibir," papar dia.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini menyebut bahwa hingga kini masih tersisa 15 orang yang dipasung. Belasan orang itu termasuk repasung.

"Contoh repasung itu kayak Edi Rohmat ini sudah pernah dilepas. Karena lambat minum obat, akhirnya dia gaduh gelisah lagi. Akhirnya keluarga memutuskan untuk masung kembali," tuturnya.

Irin-sapaan akrab drg Rahayu Kusdarini merinci bahwa 15 orang itu terdiri dari 8 orang belum pernah dilepas sama sekali dan 7 orang repasung.

"Dari 15 ini dalam rangka menunjang program 99 hari kerja bapak bupati, di mana akan dideklairkan kabupaten zero pasung. Maka kita bekerja secara maraton sebelum 6 Juni, pelepasan pasung dari 15 itu," sambung Irin.

Loading...

Bupati Sugiri Sancoko (tengah) saat turun langsung ke lapangan untuk sukseskan program Ponorogo Zero PasungBupati Sugiri Sancoko (tengah) saat turun langsung ke lapangan untuk sukseskan program Ponorogo Zero Pasung

Menurut Irin, dari 15 orang yang pasungnya dilepas itu ada beberapa kategori. Seperti halnya Edi, bisa dilepas berbasis masyarakat, karena kondisinya cukup baik.

"Jadi memang kita coba rawat satu hingga dua hari di RSUD. Memang bisa dilepas, maka di rumah. Kedua dirawat di RSUD dulu. Kemudian kelompok ketiga ke rumah sakit jiwa, bisa ke Surabaya, Solo dan Malang," pungkasnya.

Berita Terkait