jatimnow.com
Beraksi 5 Kali di Surabaya, Dua Bandit Spesialis Curanmor Ditembak

Kanitreskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainul Abidin dan kedua pelaku yang ditembak kakinya

jatimnow.com - Unit Reskrim Polsek Sukolilo menembak kedua kaki dua bandit spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) karena berusaha kabur dan melawan saat ditangkap.

Kedua sahabat karib itu adalah Fathqur Rozy Yudik Permana (26), warga Jalan Semolowaru Tengah Gang I, Surabaya dan Fahmi Reza (25), warga Jalan Raya Padangan-Ngawi, Desa Bancar, Kecamatan Ngoro Bojonegoro.

Kedua bandit itu diamankan setelah mencuri motor di depan Resto Cha Moga, Jalan Semampir AWS pada Selasa (29/6) sekitar pukul 19.00 Wib. 

"Sesuai arahan pimpinan, kami terpaksa melakukan tindakan tegas, terukur dan keras terhadap dua tersangka. Selain karena mencoba melarikan diri, mereka juga berupaya untuk melukai anggota dengan besi," kata Kanitreskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainul Abidin, Kamis (1/7/2021).

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti motor Honda Beat hasil kejahatan, Honda Scoopy yang digunakan sebagai sarana dan dua set kunci letter T yang dipakai beraksi. Selain itu, tim juga menyita tiga buah handphone yang diduga sebagai hasil kejahatan.

Abidin menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula ketika ia dan anggotanya menggelar patroli kring serse di wilayah rawan kejahatan.

"Bermula dari patroli tersamar dengan menganalisa karakteristik kejadian 3C (curat, curas, curanmor) di wilayah tertentu," jelasnya.

Saat melintas di Jalan Semampir AWS, tim mendapati dua tersangka dengan gerak gerik mencurigakan. Mereka mengendarai motor dan terkesan mengamati situasi sekitar.

"Berjalan santai sambil melihat kanan kiri. Mereka terkesan hunting motor yang ditinggal pemiliknya," papar Abidin.

Tidak ingin terburu-buru, tim memilih untuk memantau aksi keduanya dari kejauhan. Dan benar, saat di lokasi, tersangka Fathqur Rozy turun dari motor bernopol L 4325 DM. Bermodal kunci T, ia langsung merusak kunci kendaraan korban. Seketika itu, tim menyergap mereka.

"Menyadari aksinya kami pergoki, yang bagian eksekutor langsung melemparkan kunci letter T ke arah kami sembari melarikan diri. Dinilai membahayakan, kami lepaskan tembakan peringatan. Namun, keduanya tetap acuh hingga terpaksa kami lumpuhkan," tandas Abidin.

Dari hasil pemeriksaan terungkap, kedua tersangka ini sudah lima kali melakukan aksi pencurian motor. Rata-rata, mereka mengincar rumah kos mahasiswi, kedai kopi hingga kafe. Mereka menilai, banyak wanita pemilik motor lalai tidak mengunci setang bahkan membiarkan kunci menempel.

"Menurut keterangan tersangka, jika sasaran motor acak. Tapi untuk lokasinya banyak mengincar tempat kos mahasiswi, kedai kopi yang lagi viral sekarang itu dan kafe-kafe yang minim penjagaan dan tidak terpantau dari dalam ruangan," ungkap Abidin.

Loading...

Abidin menyebut, salah satu tersangka yakni Fathqur adalah residivis spesialis pencurian dashboard mobil. Setelah mendapatkan motor hasil curian, dia langsung membawanya ke Madura. Satu motor, biasanya dibanderol Rp 2,5 juta. Uang tersebut lantas dibagi rata dengan tandemnya, yaitu Reza.

Sedangkan sebelum beraksi, tersangka Fathqur menyempatkan diri untuk berpamitan kepada sang istri yang sedang hamil. Dalihnya, mencari kerja sampingan bersama Reza. Namun, ternyata itu hanya tipuan. Fathqur rupanya menjadi maling motor.

"Ngakunya sudah lima kali ini. Kasusnya masih akan terus kami kembangkan, dalami, untuk berusaha mencari tahu kemungkinan TKP lainnya," pungkas mantan Kasubnit Jatanras Polrestabes Surabaya itu.

Berita Terkait