jatimnow.com
Keluh Para Pedagang Hewan Kurban di Surabaya Jelang Idul Adha

Penjualan hewan kurban di Surabaya merosot

jatimnow.com - Hari Raya Idul Adha 2021 tinggal lima hari lagi. Para penjual hewan kurban di Surabaya banyak yang mengeluh, lantaran penjualannya masih lesu.

Seperti dirasakan Purnomo, penjual hewan kurban di kawasan Ketintang, Surabaya. Dia mengatakan, hingga hari ini belum ada tanda-tanda lonjakan omzet. Dia memperkirakan omzetnya tahun ini bakal anjlok.

"Tahun ini menurun, anjlok mas. Masih mending tahun lalu. Ya gimana, kondisinya juga lagi begini," ungkap Purnomo, Kamis (15/7/2021).

Purnomo menambahkan bahwa dari 60 sapi yang dijual di lapaknya, hingga saat ini baru terjual 6 ekor.

"Mending tahun ndisek (lumayan tahun lalu). 20 sapi payu (laku) seminggu sebulum Idul Adha. Ini sekarang yang laku baru enam," jelasnya.

Purnomo menyimpulkan bahwa anjloknya penjualan hewan kurban bukan karena faktor pandemi saja. Melainkan juga adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Karena sekarang orang jarang keluar, sehingga saya menawarkan ke masjid dan musala. Akhirnya saya juga keliling umumkan ke kampung dan perumahan sekitar. Mudah-mudahan ya ada rezeki, bisa laku lebih banyak," papar dia.

Terkait hewan kurban yang dijual, pria asal Wonokromo, Surabaya itu membandrol sapinya kisaran Rp 15-30 juta. Sementara untuk kambing dibandrol Rp 2,5 sampai 5 juta. Harga sapi maupun kambing ditentukan beratnya.

Hal yang sama juga dikatakan Rohman, penjual hewan kurban di kawasan Benowo, Surabaya. Dia mengaku penjualan hewan kurban miliknya hingga saat ini masih landai.

"Ada pembeli, tapi masih sedikit belum banyak. Mudah-mudahan sisa lima hari ini banyak yang beli," ungkap Rohman.

Sementara Rusman, penjual hewan kurban di kawasan Banyuurip, Surabaya mengatakan jika omzet penjualannya tahun ini diperkirakan merosot. Pasalnya, warga yang biasa menjadi langganannya, kini kesulitan ekonomi.

Loading...

"Biasanya setiap tahun pesen, entah itu sapi atau kambing. Tapi karena ada corona gini, ekonomi sulit semua," ujarnya.

 

Berita Terkait