Kisah Gunung Gendis, dari Musala Dibakar hingga Jadi Tempat Wisata yang Hits

jatimnow.com - Gunung Gendis yang berada di dataran tinggi Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan kini disulap jadi lokasi wisata desa yang hits.

Biasanya Gunung Gendis yang saban harinya dilintasi oleh para pencari rumput, kini diramaikan para wisatawan yang menikmati keindahan alam dan pemburu spot foto.

"Saat awal-awal kita viralkan di media sosial (medsos), yang datang banyak. Baik wisatawan lokal Pasuruan, maupun kota lain seperti dari Surabaya dan Malang. Tapi saat Covid-19 mewabah di Pasuruan, pengunjung menurun. Kadang seperti kemarin pas 17 Agustus ada 50 orang camping di sini," jelas Ketua Pokdarwis Desa Tlogosari, Edi Sudsarsono. Selasa (24/8/2021).

Ia menceritakan, awal mula pemerintah desa (pemdes) meminta saran kepada para pemuda untuk menjadikan kawasan mereka sebagai desa wisata.

Setelah proses rembukan, para pemuda dan pemerintah desa memutuskan untuk mengeksplor Gunung Gendis.

"Awal Juli 2020 lalu, kami ngebut kerja bakti. Mulai dari membuka akses jalan. Kemudian bulan Agustus kita viralkan," ujarnya.

Dijelaskannya, seluruh anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan karang taruna bekerja secara swadaya tanpa menerima upah.

Mulai mendesain spot selfi, lokasi tempat duduk, rumah pohon, musala dan gubuk.

"Bantuan kabel dari desa sepanjang 1.000 meter, kami tarik secara bergotong royong untuk penerangan listrik di pos gerbang masuk. Kemudian untuk kabel listrik di spot selfie, biayanya dari patungan para pemuda," ungkapnya.

Tidak hanya patungan secara materi, waktu mereka untuk keluarga pun teralihkan selama 6 bulan agar lebih fokus menata dan mempercantik lokasi wisata.

Di balik kekompakan para pemuda yang berusaha membuka lokasi wisata, ada saja oknum-oknum yang tidak suka dengan upaya para pemuda membangun desa wisata.

"Yang bikin sakit hati itu, ketika kita sudah capek-capek membikin ini itu ada orang yang tidak bertanggung jawab membakar musala dan gubuk saat mereka istirahat di atas bukit yang dibangun para pemuda. Sangat menyakitkan itu," terangnya.

Meskipun begitu, para pemuda yang tergabung bersama pokdarwis dan karang taruna terus semangat dalam mengembangkan potensi wisata tersebut.

Salah satu anggota Pokdarwis yang juga merangkap sebagai ketua Badan Usaha Milik Desa (bumdes) Tlogosari, Dedik mengatakan jika setiap hasil penarikan biaya parkir motor pengunjung sebesar Rp 5 ribu.

Uang parkir itu kesemuanya digunakan untuk pavingisasi jalan menuju ke gerbang pos pendakian dan perawatan fasilitas di spot selfie.

"Tidak ada tiket masuk, cuman biaya parkir motor lima ribu rupiah setiap kendaraan. Uang yang terkumpul digunakan untuk mempaving jalan menuju ke gunung. Semua ada pembukuannya," tegasnya.

Dedik menambahkan, spot pemandangan Gunung Gendis diklaim lebih bagus dari pada beberapa gunung di Kecamatan Tutur yang lebih dahulu dijadikan tempat wisata.

Loading...

Dari spot selfie Gunung Gendis juga, para wisatawan bisa menikmati pemandangan suasana Kota Malang dan Kabupaten Pasuruan dari atas.

"Pemandangan di Gunung Gendis ini lebih bagus. Aksesnya juga mudah. 10 menit dari pasar Kecamatan Tutur. Kalau mau camping, wajib reservasi di gerbang pos pendakian yang dijaga warga desa," tandasnya.

 

Berita Terkait