Kapolda Sebut Dampak Balon Udara Sangat Membahayakan

Editor: Erwin Yohanes / Reporter: Mita Kusuma

Kapolda meninjau balon yang disita polisi./Foto: Mita Kusuma.

jatimnow.com - Dampak dari penerbangan balon udara nampaknya cukup serius. Hal itu dibeberkan Kapolda Jatim, Irjend Pol Machfud Arifin di Mapolres Ponorogo, Senin (18/6/2018).

"Bahayanya cukup banyak. Mulai dari kebakaran hutan, Sutet PLN rusak, sampai kebakaran rumah," kata Irjend Pol Machfud kepada jatimnow.com di Mapolres Ponorogo.

Apalagi, lanjut ia, ada balon udara yang besar dan ada mercon itu juga membahayakan. Karena logikanya semakin besar balon udara akan semakin tinggi terbangnya.

"Balon udara bisa mencapai 35.000 sampai 40.000 kaki. Dan bertahan 3 hari, mengikuti arah angin. Balon akan turun di semua tempat. Ya kalau di hutan pasti terjadi kebakaran," tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Operasi Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb Onesmus Gede Rai Aryadi, mengaku banyak laporan ke Lanud Iswahjudi tentang balon udara. "Banyak komplain yang kami terima," katanya.

Kolonel Pnb Onesmus mengaku, warga akan diberikan edukasi lebih. Ia menjelaskan, masalah ini muncul karena ketidaktahuannya masyarakat.

Sampai saat ini, lanjut ia, ada puluhan komplain yang masuk dari penerbangan sipil. Karena balon udara tidak terlihat oleh radar namun terlihat oleh pilot.

"Sedangkan pilot, jika ingin berbelok harus laporan. Karena padatnya jalur udara. Jika tidak belok atau menghindari balon juga berbahaya," terangnya.

Karena, jika tetap nekat menabrak balon udara, tentu engine atau mesin pesawat akan rusak. Jika mesin pesawat rusak otomatis merusak kecepatan pesawat.

Ia menerangkan, logikanya balon udara itu sampai terbang tinggi dan bertahan lama karena besarnya balon udara. "Api memang mati. Namun udara akan masuk itu semakin membuat balon terbang tinggi dan bertahan selama 3 hari," katanya.

Bahkan, terbangnya mencapai 35.000 kaki di atas langit atau setara dengan 10.000 km. Balon udara juga akan mengikuti arah angin.

"Jadi jangan kaget jika balon udara dari Ponorogo bisa ke Yogyakarta dan menimbulkan kerusakan," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Erwin Yohanes

Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter