Pixel Code jatimnow.com

Harga Cabai Rawit Merosot, Pedagang di PIOS Tetap Jaga Kualitas

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Sahlul Fahmi
Pedagang cabai rawit di PIOS melayani pembeli
Pedagang cabai rawit di PIOS melayani pembeli

jatimnow.com - Merosotnya harga cabai rawit akhir-akhir ini tidak menyurutkan semangat para pedagang Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS).

Mereka tetap optimis menerima pasokan cabai rawit dari berbagai daerah di Jawa Timur dan menjaga kualitas barang.

Salah satu pedagang di PIOS, Haji Haris mengatakan merosotnya harga karena pasokan cabai rawit dari petani kini melimpah di pasar induk yang berada di Benowo, Surabaya.

Meski petani banyak yang panen, ia menyebutkan jika cabai rawit dari tempatnya tetap diambil para pedagang pasar-pasar tradisional yang tersebar di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.

Pedagang yang lapaknya terletak di Blok G PIOS itu mengaku jika setiap harinya masih mampu menjual cabai rawit 1,5 hingga 2 ton dengan harga per kilogramnya Rp 12 ribu hingga Rp 14 ribu.

"Kalau untuk harga partai Rp 12 ribu, sedang harga eceran Rp 14 ribu per kilogram," kata Haji Haris, Selasa (7/9/2021).

Baca juga:
Rock Melon asal Blitar Jadi Favorit Pelanggan PIOS

Ia melanjutkan, cabai rawit yang berada di lapaknya dipasok para petani cabai rawit asal Bondowoso. Kebetulan saat ini para petani cabai rawit di kawasan tersebut sedang banyak yang panen sehingga stoknya cukup melimpah.

Haji Haris juga membeberkan jika cabai rawit di lapaknya tetap diburu pelanggan karena selama ini ia sangat menjaga kualitas barang yang ia tawarkan ke pelanggan.

Dengan begitu kebanyakan para pelanggannya tetap setia untuk membeli cabai rawit di lapaknya.

Baca juga:
Dapat Harga yang Bagus, Petani Gresik Ingin Pasok Hasil Panen Semangka ke PIOS

"Saya sangat mengutamakan kualitas barang, itu modal utama saya dalam berdagang," tegasnya.

 

Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com

Peristiwa

Mengenal Siklus dan Gejala Erupsi Semeru

"Siklus erupsi gunung api aktif bermacam-macam. Bisa satu tahun sekali, setiap bulan, bahkan setiap hari," kata Pakar Geologi ITS, Amien Widodo.