Bupati Bojonegoro dan Wakilnya Berseteru, PKB Jatim Turun Tangan

Bendahara PKB Jatim, Fauzan Fuadi

jatimnow.com - Bendahara Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jatim, Fauzan Fuadi menyebut bahwa dirinya akan turun tangan menangani perseteruan antara Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanh dan Wakil Bupati (Wabup) Budi Irawanto.

"Saya akan segera turun ke Bojonegoro menemui keduanya," ucap Fauzan kepada jatimnow.com, Kamis (239/2021).

Loading...

Fauzan menyayangkan adanya perseteruan yang terjadi antara pasangan kepala daerah yang diusung partainya tersebut. Dia mengaku kenal baik dengan Bupati Anna dan Wabup Wawan.

"Saya kenal baik dengan bupati, dengan mas wabup juga kenal baik. Sangat disayangkan kalau ada kejadian itu. Kebetulan ini daerah pemilihan saya (Bojonegoro-Tuban)," jelas dia.

Fauzan menyebut dirinya akan secepatnya berkomunikasi dengan Anna dan Wawan serta meminta klarifikasi untuk mengetahui duduk perkaranya.

"Segera saya akan telepon beliau berdua untuk mengonfirmasi duduk persoalan sebenarnya seperti apa," tegas dia.

Fauzan juga meminta konflik antara Bupati Anna dan Wabup Wawan bisa segera selesai. Masyarakat tidak selayaknya mendapat kabar tersebut di saat Pandemi Covid-19 masih terjadi di Jawa Timur.

"Sebaiknya ndak usah berpolemik di publik, kasihan masyarakat sedang prihatin dihantam pandemi," tandasnya.

Diketahui, Wabup Wawan melaporkan Bupati Anna pada 9 September 2021 ke Polres Bojonegoro. Beberapa alat bukti juga dilampirkan, salah satunya pernyataan yang ditulis dan dikirim Bupati Anna di grup WhatsApp.

Wawan juga mengaku sudah lama tak saling komunikasi dengan Bupati, bahkan ketegangan mereka terjadi sejak keduanya dilantik menjadi kepala daerah.

"Surat-surat aja nggak pernah lewat mejaku. Jadi surat itu, sekda langsung bupati. Jadi saya itu nggak pernah ada surat di meja saya, itu nggak pernah," ucap Wawan.

Menurut Wawan, tindakan Bupati Anna meminta dirinya mundur dari jabatan, kurang tepat.

"Hingga sampai saat ini saya masih kader PDI Perjuangan. Mankanya lucu juga. Dari sini, logikanya berpartai itu untuk jadi eksekutif. Saya kadernya eksekutif, tapi malah disingkirkan," pungkas Wawan.

Berita Terkait