Pixel Code jatimnow.com

Petani Tanaman Hias Kota Batu Kewalahan Layani Permintaan dari Luar Negeri

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : Achmad Titan
Petani tanaman hias di Kota Batu
Petani tanaman hias di Kota Batu

jatimnow.com - Para petani yang ada di Kota Batu mengaku kewalahan melayani permintaan dari luar negeri yang mencapai 2000 tanaman hias setiap bulannya.

Ketua Jaringan Petani Nasional (JPN) Kota Batu, Juni Purnomo mengatakan beberapa jenis tanaman hias itu antara lain Philodendron dan Anthurium Kuping Gajah yang diminati Negara Belanda dan Amerika.

Lalu Agave Titanota oleh Negara Jepang, dan Rusia yang meminati Sanseviera Trifasciata.

Padahal pembeli yang berada di luar negeri memiliki kemampuan untuk membayar bila ketersediaan stok bisa terpenuhi.

Kendala yang dirasakan yaitu petani di Kota Batu masih mengandalkan metode perbanyakan secara manual.

Misalnya dari biji, teknik split, atau lainnya yang memakan waktu cukup lama. Berbeda dengan petani yang ada di Thailand atau Filipina yang mampu melakukan perbanyakan secara kultur jaringan.

Baca juga:
4 Tips Memanfaatkan Tangga Lipat yang Sudah Tidak Dipakai

"Itu bedanya, padahal di luar permintaan sanga banyak. Kita hanya bisa memperbanyak dengan cara manual jadi harus sabar menunggu. Kalau kultur jaringan perbanyakan bisa langsung ratusan bahkan ribuan," jelas Juni, Selasa (19/10/2021).

Menurutnya, kendala itu membuat para petani atau pemulia tanaman hias tidak mampu mendukung percepatan ekspor karena stok tidak mencukupi.

"Sering kali kami dihubungi oleh teman di luar negeri tapi kami kesulitan mencari ketersediaan barang. Harapan kami pemerintah daerah maupun pusat bisa memberikan perhatian lebih agar petani di Indonesia bisa bersaing dengan petani luar negeri," harapnya.

Baca juga:
Omzet Pedagang Tanaman Hias Lamongan Turun, Terdampak Cuaca Panas

Perhatian tersebut bisa berupa pelatihan untuk meningkatkan SDM maupun memfasilitasi sarana prasarana contohnya laboratorium kultur jaringan.

"Tujuannya agar bisa bersaing dengan petani negara lain sehingga bisa meningkaktan pendapatan maupun kesejahteraan mereka," tandasnya.

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya
Jatim Memilih, Politik

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya

"Millenial perlu ruang, dan pengetahuan politik. Mereka butuh sosialisasi sehingga bisa memilih pemimpin yang tepat," ucap mantan Ketua PSI Surabaya, Erick Komala.