Pixel Code jatimnow.com

Truk Bermuatan Gulungan Besi Terguling di Gresik

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Sahlul Fahmi
Proses evakuasi truk bermuatan gulungan besi yang terguling di Gresik
Proses evakuasi truk bermuatan gulungan besi yang terguling di Gresik

Gresik - Truk trailer bernopol L 9799 UV terguling di Jalan Raya Veteran, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jumat (29/10/2021). Truk bermuatan gulungan besi itu diduga tidak kuat.

Akibat kecelakaan tunggal itu, arus lalu lintas di jalur utama Surabaya-Gresik itu sempat tersendat. Namun polisi berhasil mengurai kemacetan tersebut.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Gresik, Iptu Darwoyo mengatakan, dari keterangan sopir, saat jalanan menanjak dia justru menggunakan gigi dua.

"Karena sopir pakai gigi dua," ujar Darwoyo.

Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Namun truk bermuatan 28 gulungan besi itu sempat mundur dan menabrak bagian depan sebuah bengkel.

Syamsul Anam, warga Kedanyang, Kebomas, Gresik, yang menyaksikan kejadian itu menceritakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.15 WIB, jelang Salat Jumat.

Baca juga:
Truk Tangki Muat Minyak Goreng Terguling di Parit Tol Waru Sidoarjo

Dia menyebut bahwa truk itu melaju dari Surabaya menuju Gresik kota. Namun karena jalanan agak menanjak, truk dengan beban berat itu sempat terhenti sebelum akhirnya mundur.

"Tidak kuat melaju saat tanjakan. Tiba-tiba mundur, lalu oleng," tutur dia.

Sementara Abidin (53), sopir truk asal Bojonegoro mengaku, sebelum truknya terguling, dia berinisiatif membanting setir ke kiri. Namun truk malah menabrak pohon dan bagian depan sebuah bengkel.

Baca juga:
Truk Pengangkut Pasir Terguling Depan RM Sinjay Bangkalan, Sopir Ngantuk?

"Tadi saat ditanjakan saya hendak belok kiri, tapi banyak pengendara motor, sehingga terpaksa saya rem," aku Abidin dengan wajah lesu.

 

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya
Jatim Memilih, Politik

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya

"Millenial perlu ruang, dan pengetahuan politik. Mereka butuh sosialisasi sehingga bisa memilih pemimpin yang tepat," ucap mantan Ketua PSI Surabaya, Erick Komala.