jatimnow.com
Mulut Balita Tewas Dianiaya Ibu Kandung di Surabaya Disebut Keluarkan Busa

Keluarga korban balita yang tewas dianiaya ibu kandungnya (Foto: Tito/jatimnow.com)

Surabaya - MTP, bocah laki-laki yang tewas dianiaya oleh ibu kandungnya bernama AS (24) mengalami penyiksaan yang luar biasa.

Ketua RT 06, RW IV, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Rah Indah yang juga bibi korban mengatakan selain terdapat luka memar di sekujur tubuh ponakannya, jenazah bocah lelaki berusia 4 tahun itu disebut juga mengeluarkan busa dari hidung dan mulutnya.

Baca juga: 

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Dirinya mengetahui kejanggalan itu saat ayahnya MTP yang berinisial MS membopong anaknya ke rumahnya untuk meminta pertolongan.

"Nah, selang tiga jam neneknya datang ke sini dan membuka (untuk melihat jazadnya). Neneknya itu melihat beberapa luka memar di dada, paha, bibir, hingga kening bocah tersebut. Dan tiba-tiba keluar (busa) dari hidung dan mulut," ujar Rah Indah kepada jatimnow.com Rabu (10/11/2021).

Setelah melihat kejanggalan tersebut, nenek korban berinisial MJT (43), berteriak dan tidak terima atas kejadian itu.

"Kami lihat memarnya saja ganjal, begitu lihat busa, neneknya teriak diracuni ini," kata Indah menirukan perkataan MJT saat itu.

"Terus dilaporkan, yang datang ke sini Kapolsek langsung untuk memproses hukum," imbuhnya.

Indah mengakui jika mulai bayi hingga berusia 4 tahun, korban dirawat oleh neneknya. Ia kemudian diambil atau diasuh oleh tersangka sejak dua minggu lalu sebelum ditemukan tewas.

"Sebelumnya, anak ini diasuh neneknya. Tapi si ibunya ini memaksa dan mengaku akan mengasuhnya sendiri. Dan dua Minggu terakhir ini dia tinggal bersama di rumah kos di Jalan Sidokapasan," ungkapnya.

Ia menceritakan, sebelum tewas dianiaya oleh ibu kandungnya, bocah ini juga sering terlihat murung dan enggan untuk berkomunikasi.

Bahkan saat diajak komunikasi, sang bocah ini hanya mengangguk dan menggeleng-gelengkan kepalanya saja.

"Sebenarnya bisa ngomong, tapi waktu saya tanya tanya mengangguk sama geleng geleng saja. Informasi yang saya terima bocah ini sering dipukuli sama ibunya. Sampai-sampai ayahnya meminta bantuan saya untuk mengasuh anak ini alasannya dari pada di rumah nangis terus," bebernya.

"Dia juga meminta maaf kepada kakaknya itu, karena dia tidak sanggup dititipin karena punya anak kecil," tambahnya.

Saat ditanya kepribadian kakak iparnya itu, Indah mengaku jika tidak seberapa akrab. Namun menurut curhatan dari kakak kandungnya sering diolok - olok.

Loading...

"Pelaku ga pernah ngomong sama orang dan sama suaminya juga kasar. Kalau menurut saya ya rada enggak bener," tukasnya.

AS, seorang ibu asal Sidokapasan, Kecamatan Simokerto, Surabaya tega menganiaya anak kandungnya  karena rasa emosi dan kesal yang tidak terkontrol.

Polisi menyebut dari hasil interogasi ke tersangka AS diketahui jika korban sering buang air besar di celana. Korban disebut sering buang air besar di celana dan sering mengganggu anak tersangka yang masih balita (umur 1 bulan). 

Berita Terkait