jatimnow.com

Nikmatnya Sagu Bakar, Pizza Papua Buatan ASN Merauke

Editor : REPUBLIKA.co.id Reporter : REPUBLIKA.co.id
Piza Papua lapis telur dadar buatan warga Merauke, Tobias Keije. (Foto: Republika/Priyantono Oemar) 🔍
Piza Papua lapis telur dadar buatan warga Merauke, Tobias Keije. (Foto: Republika/Priyantono Oemar)

jatimnow.com - Setiap malam selama hampir setahun ini, Tobias Keije berjualan sagu bakar. Makanan itu disebut juga Pizza Papua.

Sesungguhnya, bukan itu saja pekerjaan Tobias. Siang hari, Tobias bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Keluarahan Karang Indah, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua. Ia lulusan STPDN Kampus Manado, Sulawesi Utara.

"Tak perlu malu untuk berbuat sesuatu demi Papua selatan," ujar Tobias, Sabtu (27/11/2021) malam.

Jika memilih tak peduli, Tobias cukup tinggal di rumah, menikmati hobi makan dengan nongkrong di tempat makan, sementara gaji masuk rekening setiap bulan. Tapi ia tak mau seperti itu. Lewat kuliner, ia bisa memperkenakan makanan Papua selatan dan memberdayakan petani sagu.

Loading...

Sebelum memberanikan diri mulai memasak sagu bakar, Tobias sering berguru pada pedagang lalapan Lamongan dan pedagang martabak. Ia pun menjelaskan perbedaan martabak dengan makanan yang dijajakannya.

"Kalau martabak pakai tepung terigu, kalau sagu bakar tepungnya pakai tepung sagu. Ini masakan khas suku kami, Marind," kata Tobias.

Penjual pizza Papua, Tobias Keije, melayani pembeli. (Foto: Republika/Priyantono Oemar)Penjual pizza Papua, Tobias Keije, melayani pembeli. (Foto: Republika/Priyantono Oemar)

Tobias membeli tepung sagu Rp 150 ribu per 25 kilogram. Tepung itu lalu ia campur dengan kelapa parut.

"Empat kilo tepung sagu memerlukan kelapa parut dua buah," katanya.

Tobias kemudian membakar sagu di loyang. Setelah itu, ia menambahkan bahan lain, seperti gula aren, cokelat, telur, dan daging rusa.

"Ini saya sebut pizza Papua,” kata Tobias sehabis membakar sagu yang diberi lapisan telur dadar dan saus.

Untuk berani berjualan sagu bakar berbagai rasa, Tobias terlebih dahulu menguji coba dengan berbagai bahan. Ia mengaku pernah sakit perut saat menjajal resep baru.

"Itu tandanya bumbunya tidak sesuai," kata dia.

Pada awal memulai usaha, penghasilan Tobias hanya Rp200 ribu per hari. Kini, setelah 10 bulan berjualan, penghasilannya bisa Rp1 juta per hari.

Tobias buka warung di Taman Libra, Merauke, mulai 18.30-22.00 WIT. Sagu bakar ini memang enak disantap saat masih hangat.

Baca Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Loading...