jatimnow.com

Ketum PAN Zulhas Bicara Peluang Khofifah di Pilpres 2024

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Ketum PAN Zulhas saat safari di Jatim 🔍
Ketum PAN Zulhas saat safari di Jatim

Surabaya - Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) bicara tentang peluang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Zulhas menyebut, Khofifah salah satu tokoh yang layak naik ke tingkat nasional, salah satunya untuk Pilpres 2024.

"Iya besok kunjungi Bu Gubernur. Kalau Bu Khofifah itu layak (maju di pilpres). Kan beliau mantan menteri, Gubernur juga, layak jadi apapun," ujar Zulhas di sela jadwal safarinya di Jawa Timur, Jumat (10/12/2021).

Loading...

Menurut Zulhas, Khofifah merupakan tokoh potensial yang memiliki banyak pengalaman. Terlebih, DPW PAN Jatim juga telah mengusulkan nama Khofifah sebagai salah satu calon yang ditimbang partai untuk diusung dalam Pilpres 2024.

"Ya (DPW PAN Jatim) mengusulkan. Memang beliau layak. Beliau tokoh, Gubernur Jatim. Bayangkan Jatim itu jumlah penduduknya seperti satu negara di Malaysia. Jadi memenuhi syaratlah untuk tokoh nasional," terangnya.

Kendati demikian, Zulhas belum menjawab terkait adanya potensi dirinya digandengkan dengan Khofifah.

"Kalau saya ndak mikir-mikir. Kalau Ibu Khofifah itu layak jadi apapun. Kalau saya gak mikir, jangan masang-masangin dululah," imbuhnya.

Sementara Ketua DPW PAN Riski Sadiq menambahkan, DPW memang mengusulkan Khofifah sebagai salah satu nama yang dipertimbangkan partai dalam Pilpres 2024.

"Mungkin aja (Zulhas-Khofifah), kami menyuarakan bahwa memohon DPP untuk juga memasukkan Ibu Khofifah dalam percaturan tingkat nasional. Bu Khofifah figur perempuan dan punya background mumpuni, punya modal sosial sebagai Ketum Muslimat. Di mana beliau punya basis massa nahdliyin yang besar dan telah sekian lama solid. Beliau juga representasi gender perempuan," ungkapnya.

"Bu Khofifah adalah tokoh yang perlu didorong ke tingkat nasional. Lagi-lagi, tinggal bagaimana pasar menyambut. Tapi nanti komunikasi politik tetap berjalan. Kita menyodorkan semua kemungkinan termasuk itu (Zulhas-Khofifah)," tandasnya.

Loading...